Perluas Bisnis, INDY Dirikan Anak Usaha Baru Bernama TRADE

Jumat, 14 Agustus 2026 | 01:39:32 WIB
PT Indika Energy Tbk. (INDY) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Indika Energy Tbk. (INDY) resmi mengumumkan pembentukan entitas perusahaan baru yang dibangun melalui lini anak-anak usahanya. Mengacu pada keterbukaan informasi yang disampaikan, Sekretaris Perusahaan INDY, Adi Pramono, memaparkan bahwa PT Indika Logistic & Support Services (ILSS) bersama dengan PT Interport Mandiri Utama (IMU) telah mendirikan cucu perusahaan baru yang diberi nama PT Tujuh Raya Dewi (TRADE).

"Dengan pembentukan anak perusahaan ini, Perseroan akan memiliki anak usaha baru yang laporan keuangannya akan terkonsolidasi," tulis Adi, dikutip Jumat (14/8/2026).

Nantinya, TRADE akan menjalankan sejumlah kegiatan operasional utama, di antaranya meliputi bidang aktivitas konsultasi manajemen lain, perdagangan besar atas dasar basis balas jasa atau kontrak, angkutan multimoda yang mencakup angkutan barang serta kendaraan bermotor untuk keperluan barang umum, hingga pelayanan kepelabuhan laut.

Lebih lanjut, baik ILSS maupun IMU merupakan entitas anak usaha INDY dengan tingkat kepemilikan saham masing-masing melampaui angka 99 persen. Di dalam struktur kepemilikan PT Tujuh Raya Dewi (TRADE) sendiri, ILSS memegang porsi kepemilikan saham sebesar 51 persen, sementara IMU menggenggam sisa porsi sebesar 49 persen.

Adi menegaskan bahwa langkah pendirian entitas usaha anyar ini dieksekusi sebagai bagian dari wujud strategi diversifikasi bisnis yang diusung oleh INDY, sekaligus guna memastikan agar perseroan senantiasa fokus dalam menjalankan roda kegiatan usaha yang berkesinambungan ke depan.

Menilik dari laporan keuangan per tanggal 30 Juni 2026, INDY sukses membukukan lonjakan perolehan pendapatan sebesar 19,87 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga menyentuh angka US$1,14 miliar, naik dari perolehan periode sebelumnya yang senilai US$956,81 juta.

Seiring dengan kenaikan tersebut, pos beban pokok kontrak dan penjualan turut mengalami peningkatan sebesar 17,18 persen yoy menjadi US$965,75 juta dari posisi sebelumnya di angka US$824,09 juta. Kendati demikian, perolehan laba kotor perseroan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi yakni sebesar 36,51 persen yoy hingga mencapai US$181,18 juta.

Lonjakan yang lebih fantastis terlihat pada pos laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, di mana pos tersebut meroket tajam hingga 354,91 persen menjadi US$10,19 juta pada penutupan semester I/2026, melesat jauh apabila dikomparasikan dengan perolehan pada kurun waktu yang serupa tahun lalu yang hanya membukukan US$2,24 juta.

Bergeser pada komposisi neraca keuangan, total nilai aset tercatat mengalami kenaikan sebesar 10,05 persen secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) hingga posisi US$3,22 miliar. Secara lebih terperinci, komponen ekuitas terkerek naik 0,32 persen *ytd* menjadi US$1,34 miliar, sementara total liabilitas terpantau mengalami peningkatan sebesar 18,28 persen ytd ke level US$1,87 miliar.

Terkini