Laba Pupuk Indonesia Naik 252,8%, Prabowo Ungkap Rahasianya

Jumat, 14 Agustus 2026 | 01:52:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengeklaim bahwa tingkat perolehan keuntungan PT Pupuk Indonesia (Persero) mengalami eskalasi sebesar 252,8 persen meskipun harga jual pupuk di pasaran telah resmi dipangkas sebesar 20 persen.

Prabowo menuturkan bahwa pihak pemerintah telah mengambil kebijakan tegas dengan menghapus sebanyak 145 regulasi rumit yang selama ini mengatur alur distribusi penyaluran pupuk, sehingga harga ecerannya kini berhasil ditekan turun sebanyak 20 persen. Menurut pandangannya, fenomena ekonomi tersebut merupakan suatu pencapaian yang baru pertama kali terjadi di tanah air.

"Tetapi pada saat yang bersamaan harga turun tetapi volume ketersediaan pupuk tambah untuk rakyat kami sehingga rakyat kami sekarang mudah mendapat pupuk," katanya dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026, Jumat (14/8/2026).

Berdasarkan pemaparan Prabowo, penurunan harga serta pelonjakan ketersediaan pasokan pupuk di tengah masyarakat tersebut ternyata sama sekali tidak sampai mengganggu kesehatan finansial maupun performa operasional PT Pupuk Indonesia. Korporasi pelat merah itu justru sukses membukukan lonjakan laba bersih yang fantastis hingga menembus angka 252,8 persen.

"Pada saat yang bersamaan keuntungan PT Pupuk Indonesia perusahaan negara BUMN keuntungannya naik 252,8%," ucapnya.

Ia menyebutkan bahwa capaian luar biasa tersebut merupakan buah manis dari sinergi kerja sama kolektif yang melibatkan Kementerian Pertanian, para penyuluh pertanian di lapangan, serta dukungan penuh dari berbagai kementerian terkait dan jajaran pemerintah daerah.

"Menteri Pertanian seluruh jajarannya, para penyuluh pertanian didukung oleh banyak kementerian lain didukung oleh Pemda didukung oleh TNI dan Polri semuanya ini dengan semangat gotong royong kami telah mencapai suatu prestasi yang diakui oleh dunia," sebut Prabowo.

Prabowo menyatakan bahwa peningkatan kapasitas produksi serta kelancaran distribusi pupuk ini turut memberikan sokongan besar dalam mewujudkan target swasembada terhadap berbagai komoditas pangan strategis, seperti beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, serta cabai rawit.

Kendati demikian, pemerintah mengakui bahwa pihaknya masih harus menghadapi pekerjaan rumah serta tantangan tersendiri guna mencapai kemandirian swasembada di sektor daging sapi. Prabowo secara khusus mematok target agar komoditas pangan tersebut sudah bisa mencapai swasembada penuh dalam kurun waktu lima hingga enam tahun ke depan.

"Saudara-saudara kami masih belum swasembada daging itu akan kami kerjakan yang Insyaallah bakal kami capai dalam 5 sampai 6 tahun ke depan," jelas Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Menyambung pernyataan tersebut, laporan keuangan terbaru yang dirilis oleh pihak manajemen Pupuk Indonesia mengungkapkan bahwa total perolehan laba bersih yang dikantongi perusahaan sepanjang periode semester I/2026 berhasil menyentuh angka Rp8,51 triliun, atau meroket 252,8 persen secara tahunan (year-on-year). 

Sejalan dengan performa positif pada pos laba bersih (bottom line), Pupuk Indonesia juga mencatatkan total perolehan pendapatan senilai Rp59,67 triliun atau naik 51 persen secara tahunan, disertai dengan lonjakan perolehan EBITDA sebesar 140 persen hingga mencapai Rp14,28 triliun.

Terkini