Panduan Waktu Potong Rambut yang Tepat demi Penampilan Pria Rapi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 03:26:02 WIB
Ilustrasi Pria Sedang Potong Rambut.

JAKARTA - Rambut pria yang dibiarkan panjang bukan berarti lepas dari kebutuhan perawatan dan pemangkasan berkala.

Pemangkasan secara rutin tetap diperlukan agar bentuk rambut tidak kehilangan struktur serta tetap terlihat terawat dengan baik.

Frekuensi pemangkasan yang tepat sangat bergantung pada model, panjang, tekstur, detail potongan, hingga kecepatan pertumbuhan rambut.

Penata rambut selebriti Julius Arriola menegaskan bahwa setiap gaya potongan rambut memiliki daya tahan penggunaan yang berbeda.

“Setiap potongan rambut memiliki masa pakai yang berbeda,” kata Arriola, mengutip GQ Magazine.

Bagi pria yang memanjangkan rambut, pemangkasan ringan tetap dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan serta estetika potongan.

“Potongan rambut yang sudah panjang telah mencapai titik di mana ia kehilangan arsitektur desainnya,” jelas Arriola.

Evaluasi kondisi rambut panjang dapat dilakukan empat minggu setelah pemangkasan terakhir untuk melihat perubahan bentuknya.

Indikator utama rambut perlu dirapikan adalah ketika proses penataan membutuhkan waktu dua kali lebih lama dari biasanya.

“Jika rambut Anda tiba-tiba membutuhkan waktu dua kali lebih lama untuk ditata, kehilangan bentuk dan keseimbangannya, atau tidak lagi mencerminkan bagaimana Anda ingin menampilkan diri, mungkin sudah saatnya untuk memotong rambut,” kata Arriola.

Sementara untuk gaya rambut pendek presisi seperti skin fade, perawatan berkala dibutuhkan setiap satu hingga tiga minggu.

“Gaya rambut yang lebih pendek seperti skin fade dibangun berdasarkan presisi, dengan garis-garis tajam dan gradasi yang berlebihan, sehingga secara alami membutuhkan perawatan lebih,” jelasnya.

Penataan rambut tidak harus menunggu hingga kondisi terlihat berantakan agar penampilan tetap konsisten dan rapi sepanjang waktu.

Terkini