Waspadai Gejala hingga Kelompok Rentan Terkena ISPA di Musim Kemarau

Jumat, 14 Agustus 2026 | 03:28:02 WIB
Ilustrasi Sakit batuk pilek.

JAKARTA - Dokter spesialis anak subspesialis respirologi Dr dr Nastiti Kaswandani SpA Subsp Resp membeberkan sejumlah gejala awal hingga kelompok yang tergolong rentan terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Gejala awal penyakit ini umumnya diawali dengan timbulnya demam, batuk, serta pilek sederhana atau biasa dikenal sebagai common cold.

“Itu adalah ISPA yang paling ringan manifestasi klinisnya. Biasanya seperti itu demam, batuk, pilek yang sederhana seperti itu biasanya akan bisa sembuh sendiri setelah tubuh merespons dengan meningkatkan kekebalan tubuh,” ujar dia, Jumat (14/8/2026).

Meskipun demikian, tanda bahaya yang perlu segera dirujuk ke fasilitas kesehatan adalah saat penderita mulai menunjukkan gejala sesak napas atau frekuensi napas menjadi lebih cepat.

Penanganan medis darurat juga harus dilakukan apabila penderita mengalami kejang, kebiruan pada area mulut, penurunan kesadaran, demam di atas 40 derajat celsius, hingga muntah berulang.

Ia memperingatkan bahwa ISPA yang memburuk berisiko berkembang menjadi pneumonia atau peradangan jaringan paru yang dapat memicu kekurangan oksigen dalam tubuh.

“Kondisi ISPA yang berlanjut menjadi pneumonia atau radang paru merupakan kegawatan yang paling sering terjadi. Dan bahaya yang ditimbulkan karena peradangannya itu sudah sampai ke jaringan paru sehingga membuat tubuh kekurangan oksigen,” katanya.

Kelompok usia bayi dan balita tergolong sangat rentan terkena ISPA karena sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang optimal serta memiliki saluran pernapasan yang relatif halus.

“Sehingga kalau terjadi pembengkakan atau terjadi sumbatan di saluran pipa napas yang kecil halus itu, maka tentu efek penyumbatannya akan lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa,” kata dia.

Selain balita, lansia dan individu dengan penyakit penyerta seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung bawaan juga tergolong rentan terhadap risiko paparan infeksi saluran pernapasan ini.

Terkini