Kandungan Antioksidan Teh Panas dan Teh Dingin Mana yang Lebih Baik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 03:32:31 WIB
Ilustrasi Teh Panas.

JAKARTA - Teh menjadi salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Sajian ini umumnya dinikmati dalam dua cara populer, yaitu disajikan secara hangat maupun diminum dingin dengan tambahan es.

Secara umum, daun teh kaya akan kandungan senyawa polifenol serta flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan penangkal radikal bebas.

Ahli gizi Lee McIntyre menjelaskan bahwa proses perendaman teh dingin menghasilkan rasa minuman yang lebih lembut serta tidak terlalu pahit.

"Proses ekstraksi ini menghasilkan minuman, yang menurut banyak orang, lebih lembut, lebih manis, dan tidak terlalu pahit seperti teh panas," ujar McIntyre, mengutip Eating Well.

Kendati demikian, penyeduhan dingin tanpa bantuan suhu panas memicu lebih sedikit polifenol yang berhasil diekstrak dari daun teh.

Suhu air panas bekerja lebih efektif sebagai pelarut yang memecah struktur daun untuk mengeluarkan potensi senyawa antioksidan secara maksimal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh yang diseduh panas memiliki tingkat potensi antioksidan lebih tinggi dibanding teh dingin.

Meskipun teh panas lebih unggul secara nutrisi, pilihan cara menikmati minuman ini tetap kembali pada selera masing-masing individu.

Terkini