Ahli Ungkap Rasa Gatal Usai Berenang Merupakan Iritasi Bukan Alergi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 03:59:01 WIB
Ilustrasi Berenang di kolam renang.

JAKARTA - Kulit terasa gatal dan memerah saat baru saja selesai berenang? Banyak masyarakat bergegas menyimpulkan bahwa kondisi tersebut merupakan bentuk alergi klorin. Namun menurut ahli alergi Cleveland Clinic, Ronald Purcell, MD, reaksi demikian hampir selalu tergolong iritasi dan bukan alergi sungguhan.

Paparan klorin di air kolam memang berpotensi memicu iritasi pada permukaan kulit, terutama bagi pemilik tipe kulit sensitif. Reaksi ini dipicu oleh sifat klorin yang mampu mengikis lapisan minyak alami penyokong kelembapan jaringan kulit.

Klorin Ganggu Lapisan Pelindung Kulit

Ronald Purcell, MD, menjelaskan klorin sanggup meluruhkan kadar minyak alami di permukaan kulit yang berperan menjaga kelembapan serta membentengi jaringan dari paparan bahan iritan.

“Reaksi terhadap klorin hampir selalu merupakan iritasi, bukan alergi yang sebenarnya,” kata Purcell.

Ketika minyak alami tersebut berkurang, kondisi kulit menjadi kian kering dan rentan. Hal ini memicu munculnya kemerahan, rasa gatal, hingga peradangan ringan pada permukaan kulit.

Ruam klorin lebih mudah dialami oleh individu dengan riwayat kerusakan benteng kulit seperti eksim. Selain itu, kebiasaan sering berenang dan gesekan pakaian renang yang terlampau ketat dapat memperparah iritasi.

Ciri Ruam akibat Klorin

Gejala ruam akibat klorin ditandai dengan kulit memerah, terasa gatal, dan sedikit membengkak pada area yang terpapar air kolam. Sambutan rasa gatal tersebut biasanya tidak disertai rasa nyeri yang tajam.

“Ruam tersebut kemungkinan tidak akan terasa sakit. Hanya gatal dan tidak nyaman,” ujarnya.

Munculnya keluhan ini bervariasi, mulai dari kurun beberapa menit setelah berenang hingga satu hari kemudian. Pada sebagian besar kasus, ruam klorin bersifat sementara dan sanggup mereda dengan sendirinya.

“Ruam kemungkinan akan membaik dalam beberapa jam hingga paling lama satu atau dua hari setelah terpapar,” jelas Purcell.

Apabila ruam tidak kunjung membaik atau malah bertambah parah setelah beberapa hari, ada baiknya melakukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab lainnya.

Tips Mencegah Iritasi Saat Berenang

Mengalami iritasi klorin bukan alasan untuk berhenti menekuni hobi berenang. Purcell menegaskan bahwa kondisi ini tergolong umum dan aman untuk ditangani.

“Jangan menghindari berenang jika Anda menikmatinya,” ujarnya.

Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan membilas tubuh sebelum masuk ke air kolam untuk meminimalkan penyerapan air berzat kimia oleh kulit. Setelah selesai berenang, bilas kembali tubuh menggunakan air bersih guna menghilangkan sisa klorin.

Pentingnya Menjaga Kelembapan Kulit

Usai membilas badan, pengolesan pelembap sangat disarankan untuk mengembalikan kelembapan alami kulit. Purcell menyarankan penggunaan sabun pembersih berformula lembut tanpa kandungan pewangi tambahan.

Penggosokan kulit secara berlebihan (eksfoliasi) juga sebaiknya dihindari agar lapisan pelindung kulit tidak makin menipis. Di sisi lain, aroma klorin yang sangat menyengat di area kolam biasanya menandakan munculnya senyawa kloramin akibat reaksi kimia dengan keringat atau minyak tubuh yang berpotensi lebih mengiritasi.

Apabila ruam disertai pembengkakan parah, pusing, hingga sesak napas, segera cari penanganan medis darurat karena kondisi tersebut dapat menandakan reaksi alergi berat.

Terkini