Presiden Prabowo Tetapkan Target Lifting Minyak 610.000 Bopd 2027

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:17:32 WIB
Ilustrasi kilang minyak lepas pantai / Kementerian ESDM [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menetapkan target lifting minyak sebesar 610.000 barel per hari (bopd) di dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027.

Hal tersebut disampaikan olehnya dalam gelaran Rapat Paripurna DPR RI Ke-1 Tahun Sidang 2026–2027 sekaligus Penyampaian RUU APBN 2027 di gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Adapun target lifting minyak tersebut tercatat masih sama persis dengan alokasi yang ditetapkan di dalam APBN 2026. Sementara itu, untuk lifting gas ditargetkan mampu mencapai 954.000 barel setara minyak per hari (boepd) dalam APBN 2027, yang menunjukkan angka penurunan jika dibandingkan dengan target APBN 2026 yang sebesar 984.000 boepd.

"Lifting minyak kami targetkan 610.000 barel per hari dan lifting gas 954.000 barel setara minyak per hari," kata Prabowo.

Selain itu, ia juga mematok asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price / ICP) sebesar US$75 per barel di dalam RAPBN 2027. Nilai asumsi tersebut dipatok lebih tinggi apabila dibandingkan dengan target APBN 2026 yang senilai US$70 per barel.

"Harga minyak mentah Indonesia diperkirakan US$75 per barel," ucap Prabowo.

Kepala Negara lantas menetapkan sejumlah asumsi dasar ekonomi makro sebagai fondasi utama dalam penyusunan RAPBN 2027. Prabowo menuturkan bahwa laju inflasi nasional akan dijaga ketat pada kisaran 2,5%. Di sisi lain, tingkat suku bunga surat berharga negara (SBN) dengan tenor 10 tahun diproyeksikan berada pada level 6,9%.

"Inflasi akan kami jaga pada kisaran 2,5%. Suku bunga SBN 10 tahun diperkirakan 6,9%," ujar Prabowo.

Di dalam RAPBN 2027 ini, pemerintah juga memperkirakan nilai tukar rupiah berada pada kisaran level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.

"Nilai tukar rupiah kami berada pada kisaran 17.500 rupiah per 1 dolar Amerika Serikat," kata Prabowo.

Perumusan berbagai asumsi tersebut disusun di tengah situasi perekonomian global yang hingga kini masih menghadapi berbagai ketidakpastian, termasuk di antaranya tekanan terhadap nilai tukar mata uang, tingginya suku bunga global, serta dinamika geopolitik dan rantai perdagangan internasional.

Prabowo turut menegaskan kembali bahwa pemerintah menargetkan pencapaian defisit anggaran yang jauh lebih rendah pada tahun 2027 mendatang. Ia menyebutkan bahwa angka defisit tersebut mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan rancangan pembiayaan yang tertuang di dalam APBN 2026.

"Angka defisit ini turun dari rencana pembiayaan di tahun APBN tahun 2026 yaitu 689,1 triliun rupiah dengan defisit 2,68% Produk Domestik Bruto," kata Prabowo.

Selain itu, ia juga menargetkan agar tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2027 mampu menyentuh level 6%. Target pertumbuhan tersebut dipatok lebih tinggi jika dibandingkan dengan sasaran pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 yang sebesar 5,4%.

Terkini