Jumlah Investor Pasar Modal di Sulsel Naik 79,28% hingga Juni 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:45:02 WIB
Warga mencari informasi harga saham di Jakarta [FOTO: NET].

JAKARTA - Minat masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) terhadap instrumen investasi di pasar modal terpantau terus mengalami penguatan. Tercatat hingga periode Juni 2026, jumlah total investor pasar modal di wilayah ini telah mencapai 766.125 Single Investor Identification (SID), yang menunjukkan lonjakan fantastis sebesar 79,28% apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menyatakan bahwa pertumbuhan jumlah investor yang signifikan tersebut mencerminkan semakin luasnya partisipasi aktif masyarakat di dalam pasar modal, serta tingginya tingkat kesadaran mengenai pentingnya berinvestasi sebagai bagian dari strategi perencanaan keuangan jangka panjang.

“Pertumbuhan investor yang tinggi menunjukkan semakin kuatnya inklusi keuangan di daerah melalui pemanfaatan berbagai instrumen investasi yang tersedia,” ujar Muchlasin di Makassar, Jumat (14/8/2026).

Lonjakan pertumbuhan tersebut tidak hanya terlihat dari akumulasi jumlah investor secara keseluruhan saja. Jika ditinjau berdasarkan jenis portofolionya, instrumen reksa dana mencatatkan rekor pertumbuhan jumlah investor tertinggi yakni mencapai 81,35% yoy, yang kemudian disusul oleh instrumen saham sebesar 44,66% serta surat berharga negara (SBN) sebesar 24,30%.

Pertumbuhan pada jumlah investor saham juga menunjukkan adanya perluasan basis masyarakat yang mulai merambah ekosistem pasar modal. Hingga bulan Juni 2026, total investor saham di wilayah tersebut tercatat telah mencapai 536.779 investor, dengan membukukan tingkat pertumbuhan sebesar 44,66% secara tahunan.

Sementara itu, jumlah kepemilikan investor pada instrumen SBN turut menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Pihak OJK mencatat bahwa jumlah investor SBN di Sulsel tumbuh sebesar 24,30% yoy hingga pertengahan tahun 2026 ini.

Di sisi lain, pesatnya pertumbuhan jumlah investor pasar modal di Sulsel ini berlangsung di tengah tren penguatan aktivitas industri keuangan secara nasional. Meluasnya basis investor ini mengindikasikan bahwa semakin banyak warga masyarakat yang mulai masuk ke dalam ekosistem investasi melalui berbagai ragam instrumen, mulai dari saham, reksa dana, hingga SBN.

Bagi sektor industri jasa keuangan, penambahan jumlah investor secara masif ini tentu memperluas basis nasabah sekaligus mendongkrak potensi penghimpunan dana melalui instrumen pasar modal.

Kendati demikian, tren kenaikan jumlah investor ini juga harus diiringi dengan peningkatan pemahaman yang memadai terkait karakteristik serta profil risiko dari masing-masing produk investasi yang ada. 

Oleh karena itu, OJK terus menggenjot upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan agar lonjakan jumlah investor tidak sekadar tecermin dari bertambahnya kepemilikan rekening atau SID semata, melainkan juga dibarengi dengan kapabilitas masyarakat dalam memilih instrumen investasi yang benar-benar selaras dengan profil risiko serta kebutuhan finansial pribadi mereka.

Terkini