Film Blockbuster Diprediksi Kerek Kinerja CNMA di Semester II/2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:47:33 WIB
Studio bioskop IMAX [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. (CNMA) selaku emiten pengelola jaringan bioskop Cinema XXI diproyeksikan bakal mencatatkan perbaikan kinerja fundamental pada paruh kedua tahun 2026, seiring dengan masuknya deretan film berskala internasional ke Indonesia.

Equity Analyst KB Valbury Sekuritas, Ashalia Fitri Yuliana dan Naufal Rafi Kamal, memprediksi bahwa momentum yang mengawal langkah bisnis CNMA sepanjang semester II/2026 akan terdongkrak berkat kehadiran sejumlah film papan atas dunia seperti Spider Man: Brand New Day, Dune: Part Three, serta Avengers: Doomsday.

Kendati demikian, para analis memberikan catatan peringatan bahwa laju kinerja perseroan berpotensi sedikit tertahan akibat minimnya hari libur panjang pada paruh kedua tahun 2026, di mana jumlah hari libur nasional serta cuti bersama hanya tercatat sebanyak 4 hari, jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan 21 hari pada semester pertama.

”Sehingga waktu bagi keluarga untuk mengunjungi bioskop kemungkinan lebih sedikit. Kondisi kalender ini menjadi hambatan terhadap laju pemulihan, meskipun kualitas konten membaik,” tegasnya dalam riset yang dipublikasikan pada 10 Agustus 2026.

Sebagai implikasinya, pihak KB Valbury merevisi turun proyeksi pendapatan CNMA untuk keseluruhan tahun 2026 menjadi sebesar Rp5,94 triliun, yang menunjukkan pertumbuhan tipis sekitar 1,3% secara year-on-year (YoY). Sementara itu, perolehan laba bersih perseroan diproyeksikan berada di kisaran Rp721 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 2,3% YoY.

Dari aspek operasional, CNMA tercatat telah membuka sebanyak 7 layar baru sepanjang paruh pertama 2026, sehingga total jaringan yang berada dalam pengelolaan perseroan kini mencapai 296 bioskop dengan total 1.394 layar. Di samping itu, manajemen dikabarkan memiliki rencana penambahan 15 layar baru dengan fokus utama ekspansi pada wilayah perkotaan tier 2 dan tier 3.

”Kami mempertahankan rekomendasi buy, tetapi menurunkan target harga menjadi Rp130/saham dari sebelumnya Rp140/saham. Penurunan target harga mencerminkan pandangan yang lebih konservatif terhadap laju pemulihan 2H26 di tengah tidak adanya katalis libur besar,” tegasnya.

Kinerja CNMA Semester I/2026

Berdasarkan dokumen laporan keuangan, CNMA membukukan total pendapatan senilai Rp2,63 triliun selama kurun waktu enam bulan pertama tahun 2026. Angka realisasi tersebut merepresentasikan penurunan sebesar 8,59% year-on-year apabila dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun 2025 yang bernilai Rp2,87 triliun.

Penyusutan pendapatan CNMA ini utamanya dipicu oleh penurunan pemasokan dari segmen penjualan tiket bioskop serta lini makanan dan minuman. Pada segmen operasional ini, CNMA mencatatkan pemasukan sebesar Rp2,47 triliun, atau mengalami koreksi 10,63% YoY dari posisi Rp2,76 triliun pada semester I/2025.

Akibat tergerus oleh berbagai komponen beban operasional serta tanggungan pajak, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih CNMA pada semester I/2026 menyusut tajam sebesar 40,02% YoY, yakni dari Rp288,55 miliar menjadi Rp173,05 miliar.

”Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat fundamental bisnis, mengoptimalkan berbagai potensi lini pendapatan (revenue stream), serta memperluas jangkauan layanan demi memberikan nilai tambah bagi pelanggan, mitra, dan Perseroan secara berkelanjutan,” kata Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (2/8/2026).

Terkini