Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Pusing Setelah Tidur Siang

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:04:32 WIB
Ilustrasi sakit [FOTO: NET].

JAKARTA - Aktivitas tidur siang sering kali diandalkan sebagai cara instan guna memulihkan kembali tenaga selepas beraktivitas sejak pagi hari. Akan tetapi, alih-alih mendapati tubuh yang bugar, sebagian orang justru terbangun dengan sensasi kepala yang terasa pusing atau berdenyut.

 Kondisi tidak nyaman tersebut bahkan berpotensi membuat tubuh terasa jauh lebih lelah dibandingkan sebelum memejamkan mata.

Berdasarkan penjelasan dari para tenaga medis, keluhan pusing yang timbul seusai tidur siang umumnya bukanlah suatu permasalahan serius yang patut untuk dikhawatirkan secara berlebihan.

Konsultan Neurologi dari Kokilaben Dhirubhai Ambani Hospital yang berbasis di Mumbai, Dr. Tushar Raut, mengemukakan bahwa kemunculan sakit kepala selepas tidur siang dapat dipicu oleh sejumlah faktor yang berbeda.

“Sakit kepala setelah tidur siang biasanya disebabkan oleh beberapa pemicu umum,” ujar Dr. Raut, Jumat (14/8/2026).

Salah satu pemicu utamanya adalah durasi tidur siang yang terlampau lama. Kebiasaan tidur siang melebihi rentang waktu 30 hingga 40 menit berisiko membawa tubuh masuk ke dalam fase tidur yang lebih dalam.

Ketika seseorang mendadak terbangun dari fase tidur nyenyak tersebut, tubuh dapat mengalami suatu kondisi yang dikenal sebagai sleep inertia, yakni situasi tatkala seseorang merasa sangat mengantuk, lemas, atau belum sepenuhnya sadar seutuhnya usai bangun tidur.

Tidak hanya itu, kebiasaan tidur siang yang terlalu lama juga dapat mengacaukan pola istirahat pada malam harinya. Gangguan ritme tidur ini pada akhirnya berdampak langsung pada penurunan kualitas tidur secara keseluruhan sekaligus mendongkrak risiko timbulnya sakit kepala.

Masalah pusing seusai tidur siang ternyata tidak melulu berkaitan dengan faktor durasi tidur saja. Kondisi fisik tubuh sebelum beristirahat turut memegang peranan penting.

Sebagai contoh, masalah dehidrasi dapat menjadi pemicu munculnya rasa sakit kepala begitu seseorang terbangun. Perlu diingat bahwa proses metabolisme dan kebutuhan cairan tubuh tetap berlangsung meskipun seseorang sedang dalam keadaan tidur.

Oleh sebab itu, kebiasaan kurang mengonsumsi air putih sepanjang hari akan semakin terasa dampaknya ketika seseorang terbangun dari tidur siangnya.

Aspek posisi tidur pun wajib mendapat perhatian khusus. Posisi tidur yang keliru hingga mengakibatkan bagian leher atau otot bahu tertekuk secara tidak wajar dapat memicu ketegangan otot yang berujung pada timbulnya sakit kepala tipe tegang.

Faktor ketepatan waktu tidur juga ikut berpengaruh besar. Kebiasaan mengambil waktu tidur siang yang terlampau sore berpotensi mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis alami tubuh. Sebagai imbasnya, kualitas tidur malam menjadi tidak optimal dan berisiko mengganggu kebugaran tubuh keesokan harinya.

Bahkan, pada individu-individu tertentu, tidur siang juga dapat memicu terjadinya perubahan pada aktivitas peredaran pembuluh darah di dalam otak yang memiliki keterkaitan erat dengan kemunculan pola sakit kepala ataupun migrain.

Menurut pandangan Dr. Raut, keluhan sakit kepala pascatidur siang yang hanya timbul sesekali umumnya tergolong tidak berbahaya. Kendati demikian, gejala tersebut patut diwaspadai apabila mulai terjadi secara berulang atau intensitasnya terasa semakin parah dari waktu ke waktu.

Tindakan pemeriksaan medis secara menyeluruh menjadi sangat diperlukan apabila rasa sakit kepala yang dirasakan terlampau parah, menunjukkan karakteristik yang berbeda dari biasanya, atau turut disertai dengan gejala mual, gangguan fungsi penglihatan, kebingungan mental, hingga kelemahan pada anggota tubuh.

Gejala kebiasaan mendengkur dengan suara keras, terbangun secara mendadak sambil terengah-engah, ataupun adanya jeda henti napas saat tidur juga patut dicermati secara serius karena berpotensi menjadi indikasi klinis dari gangguan sleep apnea.

Di samping itu, keluhan sakit kepala yang sudah mulai mengganggu kelancaran aktivitas sehari-hari ataupun menunjukkan adanya pergeseran pola kemunculan secara mendadak sebaiknya tidak boleh diabaikan begitu saja.

Guna menekan probabilitas timbulnya sakit kepala, Dr. Raut menganjurkan agar durasi tidur siang dibatasi antara 15 hingga 20 menit saja agar tubuh tidak terjerumus terlalu dalam ke fase tidur lelap.

Pelaksanaan tidur siang pun disarankan diambil pada waktu yang lebih awal, bukan menjelang sore hari menjelang petang atau malam. Pastikan pula kecukupan asupan cairan tubuh sepanjang hari senantiasa terpenuhi dengan baik serta aplikasikan posisi tidur yang mampu menopang struktur leher secara optimal.

Hindari kebiasaan langsung tidur siang tepat seusai menyantap makanan dalam porsi yang besar. Apabila agenda tidur siang hendak dijadikan sebagai rutinitas harian, penerapan jadwal yang konsisten terbukti ampuh membantu proses adaptasi tubuh secara keseluruhan.

Terkini