PLN Pulihkan Pasokan Listrik Utama di Flores Pascagempa M7 Koma 7

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:37:01 WIB
PT PLN (Persero).

JAKARTA - PT PLN (Persero) bergerak cepat mengamankan sekaligus memulihkan sistem kelistrikan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), usai gempa bumi berkekuatan M7,7 mengguncang pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo turun langsung ke lapangan guna memastikan percepatan pemulihan kelistrikan berjalan optimal.

Darmawan menjelaskan, sesaat setelah bencana terjadi, PLN langsung memobilisasi seluruh sumber daya untuk mengamankan infrastruktur kelistrikan dan mengembalikan pasokan secara bertahap dengan memprioritaskan keselamatan warga serta petugas.

Dalam kurun waktu kurang dari 12 jam pascagempa, sebanyak 11 Gardu Induk (GI) yang sempat terdampak berhasil dipulihkan dan kembali beroperasi penuh. Berfungsinya kembali seluruh GI menjadi pijakan krusial untuk menjamin pasokan utama kembali normal serta mempercepat penyuplaian listrik ke jaringan distribusi dan pelanggan.

“Alhamdulillah, dari sisi pembangkitan Daya Mampu Pasok sudah mencapai 111 MW. Ini lebih dari cukup untuk melayani beban saat ini sekitar 95 MW maupun kondisi normal sekitar 105 MW. Seluruh 11 Gardu Induk juga sudah pulih 100 persen. Artinya, dari sisi pasokan utama kami sudah sangat siap,” ujar Darmawan.

Darmawan turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen yang membantu proses penanganan kelistrikan di lokasi terdampak.

“Terima kasih atas dukungan dan kolaborasi Pemerintah Daerah, BPBD, TNI, dan Polri yang bersama-sama mendukung upaya pemulihan PLN di lapangan. Sinergi ini sangat membantu kami menghadapi berbagai tantangan dan mempercepat proses pemulihan kelistrikan di wilayah terdampak,” tambah Darmawan.

Setelah pasokan utama berada dalam kondisi siap, Darmawan memaparkan bahwa tumpuan penanganan PLN kini terfokus pada jaringan distribusi. Hal ini disebabkan masih ada satu penyulang yang menyalurkan listrik dari GI ke pelanggan mengalami kendala akibat gempa dan tanah longsor, beserta sejumlah tiang listrik yang roboh.

“Seluruh kekuatan dan personel kami kerahkan secara all-out untuk memperbaiki dan mengganti tiang-tiang yang rusak. Kami berharap penyulang yang masih mengalami gangguan dapat segera dipulihkan hari ini, sepanjang kondisi kebencanaan memungkinkan,” kata Darmawan.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur F. Eko Sulistyono mengutarakan bahwa Kabupaten Nagekeo dan Reo menjadi dua wilayah terdampak paling parah. PLN memberikan penanganan khusus di kedua area tersebut melalui pemetaan mendetail terkait titik kerusakan dan kebutuhan alat.

“Kami mengerahkan personel, material, dan peralatan secara masif dan terfokus ke wilayah Nagekeo dan Reo. Apabila diperlukan, dukungan tambahan akan segera dimobilisasi dari wilayah lain untuk mempercepat pemulihan jaringan dan memastikan pelanggan di wilayah terdampak dapat kembali mendapatkan pasokan listrik,” ujar Eko.

Eko menegaskan, proses penanganan akan terus dipantau secara langsung sampai listrik seluruh pelanggan kembali menyala. PLN juga menjalin koordinasi intensif bersama Pemda, BPBD, TNI, dan Polri agar pengerjaan di lapangan berjalan cepat, aman, dan terpadu.

“Kami akan terus mengawal langsung sampai seluruh pelanggan kembali menyala. Namun, di tengah kondisi gempa susulan yang masih terjadi, keselamatan personel tetap menjadi prioritas. Kami harus bergerak cepat, tetapi tetap memastikan setiap langkah di lapangan dilakukan dengan aman,” tegasnya.

Di samping memulihkan jaringan, PLN memprioritaskan pasokan listrik untuk sarana publik dan vital, seperti rumah sakit, bandara, kantor pemerintahan, lokasi pengungsian, hingga fasilitas pelayanan masyarakat lainnya guna menunjang penanganan korban bencana.

“PLN akan terus berada di lapangan dan bekerja bersama seluruh pihak hingga kondisi kelistrikan kembali normal. Kecepatan pemulihan penting, tetapi keselamatan masyarakat dan petugas tetap menjadi yang utama,” imbuh Eko.

Terkini