Pusat Finansial PFII Hadir di Bali Emiten Properti Siap Raih Peluang

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:41:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto.

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan rencana pembangunan Indonesia Financial Center (IFC) atau Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang berlokasi di Jakarta dan Bali. Rencana tersebut disampaikan saat penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Gedung Nusantara, Jakarta.

“Hari ini saya umumkan rencana lokasi Indonesia Financial Center atau Pusat Finansial Internasional Indonesia, disingkat PFII. Kami telah tentukan lokasi PFII di Jakarta, dan juga di Bali,” kata Prabowo.

Kawasan tersebut dirancang menjadi pusat keuangan, investasi, teknologi finansial, hingga penyelesaian sengketa komersial berstandar dunia. Pemerintah menyiapilkan berbagai insentif, seperti fasilitas perpajakan, kepastian repatriasi modal, hingga pengusulan golden visa.

Sementara itu, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkapkan, pemilihan Jakarta dan Bali didasarkan pada kesiapan infrastruktur serta daya tarik ekosistem bisnis dan pariwisata. Dalam proyek strategis nasional ini, Danantara berperan sebagai pengembang utama infrastruktur fisik.

Respons dari calon investor internasional dinilai sangat positif. Hal itu terbukti dari tingginya antusiasme saat forum sosialisasi yang digelar di Bali.

“Kami sudah sempat mengadakan acara dengan mereka di Bali. Kami undang ada 70 itu kapasitas, tetapi yang datang sampai 110 [family office] dan responsnya boleh saya sampaikan sebetulnya sangat positif," ujar Rosan.

Penetapan Bali sebagai salah satu hub pusat finansial dan investasi internasional ini diproyeksikan menjadi angin segar bagi sektor properti dan pariwisata. Kebijakan ini berpotensi mengerek nilai aset tanah serta mengakselerasi ekspansi proyek milik emiten di BEI.

Berikut adalah deretan emiten properti, perhotelan, dan pariwisata yang menguasai aset lahan strategis serta proyek aktif di Pulau Dewata:

PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA) mengantongi lahan HGB seluas 37,1 hektare di Sanur Kauh, Denpasar Selatan, per 30 Juni 2026. Aset ini memiliki nilai buku Rp65,40 miliar dengan nilai wajar Rp533,70 miliar.

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) melalui anak usahanya menambah portofolio aset dengan mengakuisisi lahan strategis seluas 8.395 m² di kawasan Pecatu senilai Rp65,56 miliar guna mendukung ekspansi fasilitas resor masa depan.

PT Intra Golflink Resorts Tbk. (GOLF) tengah agresif mengembangkan kawasan properti terintegrasi di wilayah New Kuta Golf, Bali, melalui anak usahanya, PT New Kuta Golf and Ocean View (NKGOV).

PT MNC Tourism Indonesia Tbk. (KPIG) menguasai hak pengelolaan lahan seluas 92,08 hektare di kawasan KBS Park, Pekutatan, Kabupaten Jembrana, yang diproyeksikan untuk pengembangan ekosistem wisata terpadu.

Terkini