Kaus dengan Tampilan Usang Kini Justru Menjadi Tren Fesyen Populer

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:57:02 WIB
Ilustrasi Menggunakan Kaos Usang.

JAKARTA - Kaus dengan warna pudar, kerah robek, hingga bagian yang sengaja dibuat berlubang kini justru menjadi bagian dari tren fesyen.

Melansir dari GQ Magazine, tampilan kaus yang terlihat sudah lama dipakai semakin populer, bahkan sejumlah merek sengaja membuat pakaian baru dengan tampilan seolah-olah telah dikenakan selama bertahun-tahun.

Tren Kaus dengan Tampilan Usang

Selama bertahun-tahun, merek fesyen telah menghadirkan kaus baru yang dibuat menyerupai pakaian lama dengan warna pudar, jahitan yang tampak aus, hingga bagian yang sengaja dibuat sobek.

Tujuannya adalah memberikan kesan bahwa kaus tersebut sudah dimiliki dan digunakan selama bertahun-tahun, meski sebenarnya baru dibeli.

Tren tersebut juga terlihat pada kaus vintage, terutama kaus bergambar band atau film lama yang memiliki tampilan seperti telah melewati berbagai masa sebelum sampai ke tangan pemakainya.

Gaya serupa semakin sering dikenakan sejumlah selebritas Hollywood, termasuk Austin Butler dan Jeremy Allen White yang kerap terlihat mengenakan kaus pudar, berjumbai, atau berlubang.

Troye Sivan bahkan pernah mengenakan kaus dengan kondisi yang tampak hampir sepenuhnya robek.

Fenomena tersebut kemudian membuat merek fesyen mencari berbagai cara untuk menghasilkan tampilan usang tanpa harus menunggu pakaian mengalami proses pemakaian selama bertahun-tahun.

Ada merek yang menggunakan teknik pemudaran, pencucian khusus, hingga membuat lubang pada pakaian untuk mendapatkan kesan tersebut.

Tidak Semua Tampilan Usang Terlihat Natural

Meski kaus dengan tampilan usang semakin populer, tidak semua orang menganggap pakaian yang sengaja dibuat rusak sebagai pilihan yang menarik.

Seorang stylist Fabio Immediato, yang pernah menangani sejumlah selebritas seperti James McAvoy, Joseph Quinn, Penn Badgley, dan Simu Liu, mengaku menyukai kaus yang benar-benar sudah usang dan memiliki nuansa vintage.

Ia mengatakan menyukai tampilan tersebut ketika dipadukan dengan celana jeans dan sepatu kets bertali rendah.

Namun, ketika ditanya mengenai membuat pakaian terlihat tua secara sengaja, Immediato justru memberikan pandangan berbeda.

"Tolong jangan memalsukannya!" ujar Immediato, disadur dari GQ Magazine.

Menurutnya, tampilan usang yang benar-benar terbentuk melalui waktu memiliki karakter yang berbeda dibandingkan pakaian yang sengaja dibuat terlihat tua.

Perbaikan Justru Bisa Menjadi Bagian dari Desain

Pandangan serupa disampaikan salah satu pendiri sekaligus desainer Story Mfg, Saeed Al-Rubeyi.

"Kami tidak menyukai keausan palsu, karena keausan terasa seperti sesuatu yang diperoleh dan penuh kekacauan," kata Al-Rubeyi.

Menurutnya, memperbaiki pakaian yang sudah rusak justru dapat memiliki nilai artistik tersendiri.

"Cara seseorang memperbaiki sesuatu dapat terasa seperti seni dan desain," ujarnya.

Al-Rubeyi menjelaskan, merek tersebut tertarik meniru cara pakaian vintage diperbaiki sebagai bagian dari desain mereka.

Dengan demikian, membuat ulang bentuk perbaikan pada pakaian lama dinilai berbeda dengan sengaja membuat sebuah kaus terlihat seolah-olah telah digunakan selama puluhan tahun.

Cara Membuat Efek Lusuh Secara Alami

Salah satu pendekatan berbeda datang dari Represent melalui proyek bernama The Sunfade Project.

Alih-alih memproses kaus secara industri agar terlihat usang, merek tersebut membiarkan 200 kaus berbahan campuran rami terpapar sinar matahari di Inggris Utara selama enam minggu.

Paparan sinar matahari secara bertahap mengubah tampilan setiap kaus sehingga menghasilkan perbedaan pada warna, hasil akhir, dan teksturnya.

Cara tersebut ditujukan untuk menciptakan kembali karakter kaus vintage yang sebelumnya ditemukan oleh pendiri Represent, George dan Mike Heaton, di toko barang bekas.

Menariknya, kaus tersebut tetap merupakan produk baru meski telah mengalami proses pemudaran sebelum digunakan oleh pembeli.

Terkini