5 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Setelan Jas

Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:07:01 WIB
Ilustrasi Sedang Menggunakan Jas.

JAKARTA - Membeli setelan jas tidak cukup hanya dengan memilih warna serta ukuran yang nampak pas saat dikenakan di tubuh.

Terdapat sejumlah detail krusial yang patut dicermati agar jas yang dipilih selaras dengan kebutuhan, bentuk fisik, dan jenis acara yang hendak dihadiri.

Melansir dari Esquire, seorang penata gaya di London, Charlie Teasdale, membeberkan beberapa aspek penting sewaktu memilih setelan jas, mulai dari konstruksi hingga potongan celana.

Perhatikan Detail Sebelum Membeli Jas

Tiap komponen dalam setelan jas menyimpang fungsi dan karakteristik tersendiri.

Oleh karena itu, kecermatan dalam memperhatikan detail sebelum membeli sangat diperlukan agar luaran yang dipilih cocok dengan preferensi gaya pengguna.

Berikut 5 elemen vital yang patut dipahami sebelum meminang setelan jas menurut pandangan Teasdale:

Struktur jas

Struktur memegang peranan utama karena menentukan bagaimana pola jas membalut dan jatuh pada bentuk badan.

Istilah struktur sendiri mengacu pada ketebalan bantalan serta kain kanvas pada area bahu dan dada.

Jas berstruktur klasik umumnya dilengkapi bahu yang lebih kokoh, sehingga memperlihatkan siluet yang rapi serta kesan lebih gagah.

"Sebaliknya, jas tanpa struktur menggunakan sedikit atau bahkan tanpa bantalan tambahan pada bagian bahu dan dada sehingga terasa lebih ringan," ujar Teasdale.

Menurut Teasdale, jas tanpa struktur cenderung lebih rileks dan kurang formal, sehingga sangat ideal dijadikan pilihan untuk setelan pada cuaca hangat.

Ia menyarankan untuk menjajal jas dengan variasi struktur berbeda guna menemukan potongan yang paling serasi dengan proporsi tubuh.

Bahan

Jenis kain tidak sekadar memengaruhi visualisasi luar jas, melainkan turut menentukan tingkat kenyamanan saat dipakai pada momen tertentu.

Maka dari itu, pertimbangkan sejak awal apakah jas tersebut diperuntukkan bagi agenda kerja, acara formal, atau busana serbaguna.

"Wol worsted menjadi salah satu bahan yang umum digunakan untuk jas karena memiliki permukaan yang halus dan cocok untuk setelan bisnis," kata Teasdale.

Tersedia pula wol ringan bermaterial pintalan tinggi yang adem dan tidak mudah kusut, sehingga sangat menunjang kebutuhan individu yang beraktivitas dinamis.

Sementara itu, bahan flanel yang bertekstur lembut dan berbulu halus lebih pas dipakai sebagai setelan tatkala cuaca dingin.

"Untuk cuaca panas, linen dapat menjadi pilihan karena memiliki tenunan longgar dan mudah bernapas, meski bahan ini lebih mudah kusut," imbuhnya.

Model saku

Tampilan saku mungkin terkesan sebagai ornamen minor, tetapi sebenarnya menjadi penentu skala formalitas suatu setelan jas.

"Saku jetted menjadi pilihan paling formal karena bukaan sakunya tersembunyi di bawah bagian luar jas," ungkap Teasdale.

Adapun saku jenis flap dilengkapi penutup pada celah bukaan, sedangkan saku tempel atau patch pocket dijahit langsung di sisi luar jas untuk menyajikan nuansa lebih kasual.

Bentuk saku umumnya diselaraskan dengan garis kerah agar tampilan secara keseluruhan tetap proporsional.

Sebab itu, pilihlah variasi saku berdasarkan kebutuhan acara serta tingkat formalitas yang hendak ditampilkan.

Model kerah

Variasi kerah mampu menyuntikkan karakter tersendiri pada setelan jas sekaligus memberi impresi terhadap siluet tubuh pemakainya.

Dua tipe kerah yang paling kerap ditemui yaitu notch dan peak lapel, dengan notch sebagai model yang paling populer di pasaran.

Kerah notch memiliki lekukan segitiga di titik pertemuan kerah, sedangkan peak lapel menampilkan ujung kerah yang mencuat ke atas.

“Peak lapel memiliki nuansa retro, model ini dapat membantu bahu pemakainya terlihat lebih lebar,” jelas Teasdale.

Lebar kerah pun dapat disesuaikan dengan selera pribadi, namun proporsi kerah yang terlalu pipih atau sempit dinilai kurang estetis.

Celana yang proporsional dengan jas

Bagian jaket memang menjadi fokus utama dari setelan, namun celana yang tidak serasi dapat membuat penampilan keseluruhan tampak tidak seimbang.

“Secara ideal, celana harus proporsional dengan jas,” ungkap Teasdale.

Celana jas sebaiknya melingkar pas di garis pinggang atau sedikit di atasnya, namun tidak terlampau ketat guna memberikan ruang saat kemeja dimasukkan.

Desain celana juga dapat dipadankan dengan tipe jas, seperti celana lipit yang memberi ruang lega di area pinggul dan paha untuk dipadukan bersama jaket berkancing ganda.

Ukuran panjang celana dapat disesuaikan kembali lewat jasa penjahit usai proses pembelian.

Selain itu, cermati pula bagian lipatan bawah celana yang dapat dibuat rata polos atau mengaplikasikan manset untuk menonjolkan kesan lebih kasual.

Dengan mencermati kelima poin di atas, proses memilih setelan jas bukan sekadar menemukan ukuran yang pas, melainkan memastikan tiap detailnya padu dengan kebutuhan gaya pengguna.

Terkini