Puan Maharani Minta Perayaan HUT Ke-81 RI Digelar Sederhana

Senin, 17 Agustus 2026 | 19:40:02 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani.

JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani mengimbau segenap warga Indonesia untuk menggelar peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia secara sederhana, mengingat kondisi negara yang sedang berduka menyusul gempa hebat di wilayah Nusa Tenggara Timur dan area sekitarnya.

"Di peringatan Hari Kemerdekaan kali ini, bangsa Indonesia sedang berada dalam suasana keprihatinan atas bencana gempa bumi yang baru saja terjadi di NTT,” kata Puan di Jakarta, Senin.

Atas dasar hal tersebut, Puan meminta seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mendoakan para korban serta berharap proses pemulihan kawasan terdampak dapat berjalan secepatnya.

Ketika menghadiri upacara HUT Ke-81 Republik Indonesia, Puan tampak memadukan kebaya modern berwarna putih dengan balutan kain merah.

Di samping itu, Puan melengkapi tampilannya dengan selendang tenun khas NTT yang dominan warna hitam sebagai lambang belasungkawa atas musibah gempa tersebut.

"Kebaya modern. Ini (selendang tenun) NTT," katanya.

Puan mengambil tempat duduk tepat di sebelah Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin. Area panggung tersebut berada di sisi kanan dari tempat Presiden Prabowo Subianto.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia menegaskan kesiapannya untuk melaju cepat dalam menangani situasi darurat dan memulihkan daerah pascagempa magnitudo 7,7 yang menguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Komitmen ini diutarakan secara langsung di sela-sela peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyebutkan bahwa kedatangan jajaran menteri beserta jajaran pimpinan lembaga di NTT sejak awal bencana merupakan wujud rasa peduli dan langkah nyata pemerintah untuk terus mendampingi warga terdampak.

"Sejak hari pertama kejadian kami sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan," katanya.

Terkini