Gempa NTT Tak Picu Kenaikan Radiasi, Bapeten Pastikan Aman

Senin, 17 Agustus 2026 | 20:36:32 WIB
kerusakan pada bangunan terminal penumpang Pelabuhan Maumere di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/8/2026).

JAKARTA - Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) memberikan jaminan bahwa bencana gempa bumi yang melanda beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini tidak menyebabkan lonjakan paparan radiasi di area tersebut.

"Berdasarkan hasil koordinasi yang telah dilakukan oleh Bapeten dengan pihak pemangku kepentingan, tidak ditemukan adanya dampak gempa di NTT terhadap keselamatan dan keamanan sumber radiasi pengion di wilayah tersebut, serta tidak terjadi kenaikan paparan radiasi di wilayah NTT sebagai akibat kejadian gempa," kata Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten RI Ishak dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Ishak mengungkapkan ada 51 lokasi yang mengoperasikan tenaga nuklir untuk sarana radiasi pengion, baik pada ranah medis maupun aktivitas industri.

Dari total tersebut, 14 tempat pemanfaat radiasi pengion tersebar di 8 wilayah terdampak, yakni Kabupaten Ngada, Manggarai, Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat, Ende, Alor, serta Flores Timur.

"Bapeten akan terus memperhatikan secara seksama kondisi di lapangan, terutama terkait dengan adanya gempa-gempa susulan," ujar Ishak.

Instansi Bapeten turut mengekspresikan rasa belasungkawa mendalam bagi para korban jiwa, seraya terus memantau keamanan fasilitas pemanfaat radiasi pengion di rumah sakit dan industri kawasan terdampak.

Ishak mengimbau warga maupun pihak terkait yang mengantongi kabar perihal keselamatan sumber radiasi pengion di lokasi bencana untuk segera melapor ke Bapeten via kanal media sosial resmi atau surel info@Bapeten.go.id.

"Segala jenis informasi yang disampaikan akan sangat membantu dalam menjaga keamanan serta keselamatan masyarakat, pekerja dan lingkungan. Semoga musibah ini dapat segera tertangani dengan baik dan saudara kami yang berada di NTT bisa beraktivitas seperti sedia kala," ucap Ishak.

Terkini