BNI Kirim Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Gempa Flores, NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:29:02 WIB
Penyaluran bantuan dari BNI untuk korban gempa di Flores, NTT [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bergerak cepat menyalurkan ragam bantuan kebutuhan dasar tahap awal bagi para korban yang terdampak musibah gempa bumi di sejumlah titik wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sekretaris Perusahaan BNI, Okki Rushartomo, dalam keterangan resmi yang diterima di Kupang pada hari Senin, menyampaikan bahwa aksi nyata bantuan kemanusiaan ini disalurkan berdasarkan hasil koordinasi intensif serta identifikasi kebutuhan yang dilakukan bersama pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), beserta para pemangku kepentingan terkait lainnya.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban dan turut prihatin atas musibah yang dialami masyarakat,” katanya.

Ia menerangkan lebih lanjut bahwa di tengah situasi masa tanggap darurat yang krusial ini, pihak BNI hadir guna membantu memenuhi segala bentuk kebutuhan yang paling mendesak agar dukungan tersebut bisa segera dirasakan langsung oleh masyarakat yang terdampak.

Okki menyebutkan bahwa berbagai bentuk bantuan yang telah disalurkan ini masih merupakan rangkaian bantuan tahap awal yang direalisasikan melalui program Tanggung Jawab Sosial perusahaan bertajuk BNI Berbagi.

Berbagai jenis paket bantuan tahap awal tersebut meliputi pasokan air mineral, beras, mi instan, telur, minyak goreng, susu, biskuit, popok bayi, hingga perlengkapan dapur yang didistribusikan secara bertahap menuju sejumlah kawasan terdampak.

Bantuan kemanusiaan tersebut disebar merata ke wilayah Ende, Borong, Labuan Bajo, Maumere, serta Ruteng, dengan fokus utama untuk menopang pemenuhan kebutuhan konsumsi harian bagi warga masyarakat terdampak dan para pengungsi.

“Penyaluran ini merupakan bantuan tahap awal BNI. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta BPBD untuk menentukan dukungan lanjutan yang paling dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Okki menambahkan bahwa pihak BNI berkomitmen untuk melanjutkan proses penyaluran bantuan secara bertahap dengan senantiasa menyesuaikan skala kebutuhan prioritas di masing-masing daerah terdampak bencana.

“Bantuan akan terus kami salurkan secara bertahap dengan menyesuaikan perkembangan kebutuhan di lapangan. BNI akan terus hadir dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta BPBD untuk mendukung masyarakat selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan,” ujarnya.

Seluruh bentuk dukungan ini merupakan bagian integral dari sinergi Keluarga Besar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah koordinasi Danantara Indonesia dalam rangka bersama-sama mendukung penanganan dampak bencana alam.

Di samping menyalurkan bantuan logistik, pihak BNI memastikan bahwa kegiatan operasional layanan perbankan di wilayah-wilayah terdampak tetap berjalan normal dengan senantiasa mengutamakan aspek keselamatan bagi para pegawai dan nasabah.

Dari total keseluruhan 25 kantor cabang (outlet) BNI yang berada di area Ende dan Maumere, tercatat sebanyak 24 outlet masih beroperasi seperti biasa. Sementara itu, khusus untuk kantor cabang pembantu (KCP) Borong untuk sementara waktu dihentikan operasionalnya dikarenakan terdapat keretakan struktur bangunan yang memerlukan tindakan perbaikan.

Dari total 67 unit mesin ATM yang tersebar di area tersebut, sebanyak 65 mesin dipastikan tetap beroperasi normal. Adapun dua unit mesin ATM yang berada di lokasi KCP Borong untuk sementara waktu dinonaktifkan.

Guna menjaga keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat, BNI telah menyiapkan sarana O-Branch atau layanan gerak khusus bagi para nasabah KCP Borong selama proses renovasi dan perbaikan bangunan berlangsung.

Selain itu, para nasabah juga tetap dapat memanfaatkan fasilitas layanan melalui jaringan kantor BNI terdekat lainnya maupun lewat akses kanal elektronik dan perbankan digital.

“Keselamatan pegawai dan nasabah menjadi prioritas. Dengan dukungan jaringan kantor, O-Branch, serta kanal elektronik dan digital, kami memastikan kebutuhan layanan perbankan masyarakat tetap dapat terlayani selama proses pemulihan,” katanya.

Pihak BNI akan segera menormalisasi operasional KCP Borong apabila kondisi fisik bangunan telah dinyatakan aman dan memenuhi seluruh standar persyaratan untuk dapat kembali digunakan melayani nasabah.

“BNI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung penanganan pasca-bencana. Kami berharap kondisi di wilayah terdampak segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal,” ujar Okki.

Terkini