Generasi Muda Denpasar Ajak Masyarakat Jaga Keandalan Listrik PLN

Senin, 17 Agustus 2026 | 00:20:32 WIB
PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban Bali (UP2B Bali) mengedukasi ratusan siswa SMK Negeri 1 Denpasar tentang keselamatan ketenagalistrikan melalui sosialisasi “Mewuju

JAKARTA - PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban Bali (UP2B Bali) memberikan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada ratusan siswa SMK Negeri 1 Denpasar lewat sosialisasi bertajuk “Mewujudkan Budaya Aman Berlistrik di Era Digital Bersama PLN Mobile”. Sosialisasi yang digelar di SMK Negeri 1 Denpasar ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda untuk mencegah bahaya listrik sekaligus memanfaatkan teknologi digital dalam melaporkan kondisi riskan pada jaringan.

Acara ini juga dilaksanakan untuk menyemarakkan momentum kemerdekaan melalui edukasi dan pemahaman pentingnya keandalan sistem kelistrikan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali I Wayan Suwira, Kepala SMK Negeri 1 Denpasar I Wayan Mustika, serta Manager PLN UP2B Bali Komang Teddy Indra Kusuma.

General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, menyampaikan bahwa aplikasi PLN Mobile berfungsi sebagai sarana penghubung antara PLN dan masyarakat, termasuk untuk melaporkan potensi bahaya atau gangguan kelistrikan.

“Semakin dini potensi gangguan diketahui, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan. Karena itu, kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keselamatan dan keandalan sistem kelistrikan,” ungkap Munawwar dalam keterangan, Ahad (16/8/2026).

Pada sosialisasi tersebut, para pelajar dibekali pemahaman mengenai ancaman di sekitar jaringan listrik, seperti pepohonan yang terlalu dekat, bangunan yang melanggar batas jarak aman, serta bahaya bermain layang-layang di dekat instalasi listrik. Di samping itu, mereka dikenalkan dengan fitur PLN Mobile yang mempermudah akses layanan sekaligus pelaporan potensi bahaya agar bisa segera ditangani petugas.

Para siswa turut didorong menjadi penggerak perubahan dengan membagikan ilmu yang didapat kepada keluarga dan warga sekitar. Langkah ini diharapkan mampu memperluas kepedulian keselamatan ketenagalistrikan agar tidak berhenti di area sekolah saja.

Manager PLN UP2B Bali Komang Teddy Indra Kusuma menambahkan bahwa generasi muda memegang peranan krusial dalam membentuk budaya keselamatan listrik yang konsisten.

“Generasi muda merupakan kelompok yang akrab dengan teknologi digital dan memiliki peran besar dalam menyebarkan informasi kepada lingkungan sekitarnya. Kami berharap para siswa dapat menjadi pelopor budaya aman berlistrik dengan memanfaatkan PLN Mobile sebagai sarana memperoleh layanan sekaligus melaporkan potensi gangguan. Partisipasi masyarakat akan semakin memperkuat upaya PLN menjaga keandalan sistem kelistrikan Bali,” ujar Komang.

Kepala SMK Negeri 1 Denpasar I Wayan Mustika turut mengapresiasi langkah PLN UP2B Bali yang tidak hanya mengenalkan layanan digital, tetapi juga menumbuhkan kepedulian para siswa terhadap keselamatan listrik.

“Kami mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan PLN UP2B Bali karena memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi para siswa. Kami berharap para siswa dapat menjadi contoh dan menyebarkan pemahaman ini kepada keluarga maupun masyarakat di lingkungan sekitarnya,” ujar Wayan.

Melalui program yang memadukan pemahaman keselamatan dan pemanfaatan teknologi digital ini, PLN UP2B Bali mendorong terciptanya budaya aman berlistrik dari lapisan masyarakat. Di tengah semarak kemerdekaan, kolaborasi PLN dan generasi muda diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam menjaga fasilitas publik serta jaringan kelistrikan agar tetap aman dan andal.

Terkini