Sambut HUT ke-81 RI PLN Terjunkan Puluhan Ribu Personel di 2275 Titik

Senin, 17 Agustus 2026 | 00:37:01 WIB
PT PLN.

JAKARTA - PT PLN (Persero) menyiagakan lebih dari 45.000 personel yang tersebar di 2.275 lokasi guna menjamin kelancaran pasokan listrik selama perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin (17/8/2026).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa seluruh jajaran PLN berada dalam tingkat kesiapsiagaan tinggi untuk mengantisipasi potensi gangguan kelistrikan sepanjang agenda perayaan kemerdekaan berlangsung.

"Saat ini seluruh unit PLN dalam status siaga penuh. Lebih dari 45 ribu personel kami terjunkan di 2.275 titik siaga seluruh Indonesia. Semua bergerak dan semua fokus," kata Darmawan dalam jumpa pers Siaga Kelistrikan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI secara virtual dari PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) Depok, Jawa Barat, Minggu (16/8/2026).

Pada perayaan 17 Agustus 2026, PLN memperkirakan beban puncak nasional berada di angka 42,6 gigawatt (GW), sedangkan daya mampu pembangkit mencapai 51,6 GW. Dengan pasokan tersebut, PLN mengamankan cadangan daya sekitar 9 GW atau 21,1 persen untuk menopang kenaikan konsumsi listrik.

Dukungan operasional ini diperkuat oleh 1.517 unit genset, 559 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), serta 1.286 unit gardu bergerak sebagai cadangan suplai. Penanganan di lapangan juga disokong 75 unit kabel bergerak, 318 truk crane, 3.424 mobil operasional, dan 3.583 motor operasional.

Khusus untuk rangkaian acara di Istana Kepresidenan, PLN menerapkan skema pengamanan kelistrikan berlapis hingga lima tingkatan. Proteksi ini mengintegrasikan pasokan dari pembangkit, penyulang, sistem digital Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), UPS, hingga penyediaan genset.

Di samping pengawalan agenda kemerdekaan, Darmawan menegaskan kesiapan PLN untuk mempercepat penanganan gangguan kelistrikan di berbagai kawasan. Salah satunya adalah pemulihan sistem kelistrikan di Kalimantan yang sempat mengalami masalah pada sisi pembangkit.

"Untuk sistem Kalimantan yang sempat mengalami gangguan pembangkit, hari ini sudah berangsur pulih. Ada tambahan pasokan dari dua pembangkit sehingga sistem Kalimantan semakin kuat dan membaik, kami akan terus kawal," ujar Darmawan.

PLN juga berfokus memperbaiki infrastruktur listrik yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026). Tim teknis langsung diterjunkan untuk menginspeksi dan memperbaiki fasilitas ketenagalistrikan di lokasi bencana.

"Begitu gempa terjadi di Flores, NTT, tim PLN langsung bergerak. Tidak menunggu. Apa yang bisa langsung diperbaiki, baik gardu induk, jaringan distribusi, maupun fasilitas lainnya, langsung dikerjakan. Pemulihan terus dikejar," katanya.

Langkah cepat tersebut berhasil memulihkan tegangan pada 11 gardu induk yang terdampak gempa. Selanjutnya, penyaluran listrik ke rumah-rumah warga dilakukan secara bertahap.

"Alhamdulillah, sore tadi 11 gardu induk yang terdampak sudah kembali bertegangan, selanjutnya proses penormalan dilakukan secara bertahap hingga ke pelanggan," jelasnya.

Dalam menjalankan pemulihan pasokan listrik pascagempa, PLN berkoordinasi erat bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri. Meski beberapa area terkendala akses, pemulihan terus diakselerasi dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja dan warga sekitar.

"PLN hari ini all out, fokus total. Kami siap mengawal kelistrikan HUT ke-81 RI di seluruh tanah air," kata Darmawan.

Terkini