PLN Fokus Pulihkan Kelistrikan Wilayah Terpencil Pascagempa Flores

Senin, 17 Agustus 2026 | 00:45:01 WIB
PLN Fokus Pulihkan Kelistrikan Wilayah Terpencil Pascagempa Flores.

JAKARTA - PLN sigap mempercepat penormalan jaringan listrik setelah gempa bumi mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8). Usai jaringan utama di Pulau Flores beroperasi kembali secara normal, fokus perbaikan kini dialihkan ke kawasan terisolasi yang terdampak cukup parah.

Beberapa daerah terisolasi tersebut mencakup Pulau Palue di Kabupaten Sikka serta kawasan Golo Lebo di Kabupaten Manggarai Timur. Sebelumnya, kebutuhan pasokan listrik warga di Pulau Palue yang berada di sebelah utara Flores disokong oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berdaya 760 kilowatt (kW), baterai penyimpan daya, serta dua unit genset mobile 150 kW.

Akan tetapi, guncangan gempa yang dahsyat merusak beberapa unit perangkat PLTS dan baterai, sehingga distribusi listrik ke warga sempat terputus. Menanggapi situasi itu, PLN segera memobilisasi tim pemulihan ke lokasi untuk menginspeksi sekaligus merenovasi instalasi PLTS, baterai, serta unit genset portabel yang rusak.

General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK), Dwipantara Rita Triani menerangkan, penanganan fasilitas listrik di pulau-pulau terpencil menjadi prioritas utama usai kelistrikan sistem utama Flores dapat dinormalkan. Sejumlah tindakan perbaikan dilakukan bersamaan demi mempercepat penyaluran kembali aliran listrik kepada warga.

“Setelah sistem pembangkit utama Flores kembali pulih, perhatian kami sekarang tertuju pada wilayah-wilayah isolated yang terdampak. Untuk Pulau Palue, sambil memperbaiki PLTS dan baterai yang mengalami kerusakan, kami memastikan kondisi kesiapan genset sebagai pasokan sementara agar masyarakat bisa kembali mendapatkan listrik secepat mungkin,” ujar Rita dalam keterangan tertulis, Senin (17/8/2026).

Dia menyampaikan, proses rehabilitasi di Pulau Palue menghadapi tantangan geografis karena posisinya terpisah dari pulau utama Flores. Pengiriman tenaga teknis, peralatan berat, hingga armada genset mesti ditempuh melalui moda transportasi laut. Meski demikian, kendala logistik tersebut tidak menyurutkan komitmen PLN untuk merampungkan perbaikan.

“Akses menuju lokasi memang menjadi tantangan, tetapi tim kami terus bergerak membawa personel dan peralatan yang dibutuhkan. Kami ingin pemulihan tidak hanya berlangsung cepat, tetapi juga dilakukan dengan mengutamakan keselamatan sehingga sistem yang kembali beroperasi benar-benar dalam kondisi aman,” terang dia.

Bukan cuma unit pembangkit, PLN kini juga berkonsentrasi membenahi jaringan distribusi kelistrikan di Pulau Palue yang ikut mengalami kerusakan. Pembenahan infrastruktur dilaksanakan secara bertahap dengan memperhitungkan kondisi riil di lapangan.

Di samping itu, penanganan serupa turut dieksekusi di Golo Lebo, Kabupaten Manggarai Timur. PLN secara intensif memperbaiki PLTS berkapasitas 440 kWp yang terdampak gempa. Hingga Senin (17/8), dua unit sistem baterai yang sempat rusak sudah berhasil ditangani dan siap dihubungkan kembali ke PLTS agar penyimpanan energi listrik dapat berjalan normal.

Rita menekankan bahwa PLN akan terus menerjunkan seluruh kekuatan armada teknis yang diperlukan sampai seluruh wilayah yang terdampak bisa menikmati aliran listrik secara utuh.

“Tim PLN akan terus bekerja sampai listrik kembali hadir dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak dapat berangsur normal,” tandasnya.

Terkini