Apple Rilis iPhone Lipat Pertama Hanya di AS pada Penjualan Perdana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:01:32 WIB
iPhone Ultra.

JAKARTA - Antusiasme terhadap kehadiran iPhone layar lipat pertama karya Apple kian meningkat menjelang jadwal peluncurannya. Namun, laporan terbaru menyebutkan bahwa perangkat yang diduga mengusung nama iPhone Ultra tersebut tidak langsung dipasarkan secara global sewaktu diperkenalkan.

Berdasarkan laporan media teknologi Australia, ChannelNews, Apple disebut akan memperkenalkan iPhone Ultra bersamaan dengan jajaran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada September 2026. Kendati demikian, penjualan perdana gawai lipat ini dikabarkan hanya berlangsung di Amerika Serikat.

Jika kabar tersebut tepat, konsumen di berbagai negara lain termasuk Indonesia harus bersabar beberapa bulan sebelum bisa memboyong perangkat terbaru besutan Apple tersebut.

Laporan yang sama menyebutkan bahwa Apple memilih strategi pemasaran bertahap akibat kendala keterbatasan pasokan dan tantangan manufaktur. iPhone Ultra bakal disebar lebih dahulu di kawasan Amerika Serikat sebelum masuk ke pasar utama lainnya, seperti Tiongkok, dalam rentang dua hingga tiga bulan berikutnya.

Keterbatasan volume produksi menjadi alasan mendasar. Apple dikabarkan hanya menargetkan perakitan sekitar 7 juta unit iPhone Ultra sepanjang paruh kedua 2026.

Angka tersebut tergolong kecil untuk skala produk global Apple yang umumnya dibanjiri permintaan tinggi sejak hari pertama rilis.

Informasi lain mengungkapkan bahwasanya proses manufaktur massal iPhone Ultra mengalami penundaan. Awalnya, perakitan massal ponsel lipat pertama Apple ini dijadwalkan mulai berjalan pada Juni 2026, tetapi mundur hingga awal Agustus akibat hambatan teknis.

Tingkat kerumitan desain ponsel lipat menjadi faktor utama yang paling disorot. Apple dikabarkan masih menyempurnakan mekanisme engsel, daya tahan layar lipat, serta presisi perakitan demi memenuhi standar tinggi khas produknya.

Di samping itu, sejumlah kabar menyebutkan Apple masih melangsungkan pengujian pada unit produksi tahap awal sebelum memulai pengiriman dalam jumlah besar.

Selain kendala produksi, Apple juga disebut belum menetapkan harga resmi untuk iPhone Ultra. Walau belum ada pengumuman formal, sejumlah pengamat memperkirakan gawai ini bakal dijual pada kisaran US$2.299 hingga US$2.499 atau sekitar Rp37 juta sampai Rp41 juta.

Banderol tersebut berpotensi menjadikan iPhone Ultra sebagai lini iPhone paling mahal yang pernah dirilis ke pasaran.

Harga tinggi itu dinilai wajar mengingat ponsel layar lipat membutuhkan komponen teknologi dan mekanisme engsel yang jauh lebih kompleks daripada ponsel pintar biasa.

Skema peluncuran terbatas sejatinya bukan hal baru bagi Apple. Perusahaan asal Cupertino tersebut pernah menerapkan langkah serupa sewaktu melepas perangkat headset mixed reality Vision Pro pada 2024 yang hanya dijual di AS pada tahap awal.

Analis Apple Ming-Chi Kuo sebelumnya memperkirakan bahwa iPhone lipat pertama akan diumumkan bersama lini iPhone 18 Pro, meski ketersediaan barangnya tidak langsung menyusul di hari yang sama.

Pola rilis ini berpotensi mengulang strategi saat meluncurkan iPhone X yang dikenalkan lebih dahulu sebelum mulai dijual beberapa waktu kemudian.

Hingga kini Apple belum memberikan pernyataan resmi mengenai tanggal peluncuran maupun wilayah pemasaran iPhone Ultra.

Apabila laporan tersebut tepat, konsumen di Indonesia diperkirakan baru bisa membeli perangkat ini pada akhir 2026 atau awal 2027, tergantung pada kelancaran Apple mengatasi masalah produksi

Terkini