Apple Uji Chip Memori Asal China CXMT untuk Perangkat iPhone dan Mac

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:46:01 WIB
Apple CXMT.

JAKARTA - Kelangkaan pasokan komponen memori di tingkat global memicu Apple untuk menjelajahi opsi suplier baru. Perusahaan ChangXin Memory Technologies (CXMT), pabrikan DRAM utama di China, kini menjadi salah satu target yang dilirik.

Berdasarkan kabar dari The Wall Street Journal, Apple dilaporkan sudah menguji komponen chip milik CXMT ke beberapa lini produk mereka, seperti Mac dan iPhone.

Bukan hanya tahap pengujian, Apple turut diisukan telah melangsungkan negosiasi tahap awal bersama CXMT untuk kebutuhan penyediaan chip memori khusus pada unit yang bakal didistribusikan di area China.

Keputusan tersebut diambil lantaran tingginya kebutuhan komponen dari sektor industri kecerdasan buatan (AI) yang mengakibatkan ketersediaan memori dunia makin menyusut dan mendongkrak harga pasar.

Walau demikian, CXMT tidak mendadak bakal dijadikan pemasok global bagi Apple. Merujuk laporan Bloomberg, komponen dari CXMT cuma ditujukan bagi produk yang dipasarkan di kawasan China saja, bukan untuk pasar Amerika Serikat, Indonesia, ataupun wilayah lain.

Niat Apple untuk menjalin kemitraan dengan CXMT rupanya dihadapkan pada hambatan besar. Persetujuan dari pemerintah Amerika Serikat tetap dibutuhkan sebelum kesepakatan tersebut dapat direalisasikan.

Regulasi ketat dari pemerintah AS membatasi pengalihan teknologi ke CXMT, termasuk perihal pembagian spesifikasi teknis produk yang lazimnya dilakukan antara pembuat perangkat dan vendor komponen.

Sesuai penjelasan Kevin Wolf, seorang pengacara bidang kontrol ekspor di Akin Gump, Apple sebenarnya tidak dilarang jika hanya membeli produk chip CXMT yang sudah dijual bebas.

Akan tetapi, Apple dilarang meminta CXMT memproduksi chip pesanan khusus sesuai spesifikasi perangkat mereka, sebab proses pembuatannya memerlukan pertukaran data teknis yang terikat oleh aturan ekspor.

Beberapa pembuat kebijakan di AS mengekspresikan kecemasan mereka jika kolaborasi ini berpotensi memberikan keuntungan finansial bagi CXMT serta membuka akses ke rahasia teknologi Amerika.

Ditambah lagi, pesatnya kemajuan CXMT dikhawatirkan mampu memperkuat daya tempur militer China sekaligus mengancam bisnis Micron Technology sebagai sesama produsen memori.

Di tengah situasi penuh tekanan ini, performa bisnis CXMT justru memperlihatkan lonjakan pesat. Angka pendapatan perusahaan sepanjang triwulan II 2026 dilaporkan meroket hingga lebih dari delapan kali lipat dibanding kurun waktu serupa di tahun sebelumnya.

Merujuk riset Counterpoint, CXMT saat ini berhasil mengamankan sekitar 7 persen pangsa pasar DRAM dunia berdasarkan nilai pendapatan. Mereka juga sedang membangun beberapa pabrik baru yang diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga lebih dari dua kali lipat pada 2028.

Terkini