Pasca Gempa NTT, PU Pastikan Jalan Trans Flores Kembali Fungsional

Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:50:32 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. [Foto: via RRI]

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendesak pemerintah daerah (pemda) untuk segera menyetorkan data sementara beserta lokasi kerusakan imbas gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang belum ditangani agar penanganan Jalan Trans Flores dapat difungsikan secara optimal lebih cepat.

Langkah ini krusial supaya jajaran Kementerian PU bisa langsung terjun ke lokasi, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, serta meninjau secara mendalam setiap titik yang terdampak, tegasnya.

“Kami hadir pada setiap bencana, karena arahan Pak Presiden sudah jelas bahwa kami tidak boleh berduka berlama-lama, secepatnya kami harus bangkit. Jadi saya mohon diberikan data lengkapnya, titik-titiknya. Sehingga kami bisa menurunkan tim segera, bisa berkoordinasi dengan kepala-kepala dinas, bisa langsung mengecek satu per satu dan langsung bekerja,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Tercatat sebanyak sembilan ruas jalan nasional mengalami kerusakan dengan rincian puluhan titik longsoran, badan jalan yang patah, hingga kerusakan pada beberapa jembatan serta plat duiker.

Sampai 16 Agustus 2026, ia menyampaikan bahwa sembilan ruas jalan terdampak kini sudah berhasil difungsikan kembali. Delapan rute yang menjadi bagian dari lintasan Trans Flores, mulai Labuan Bajo–Ende–Maumere sudah dapat melayani lalu lintas, sementara ruas Ruteng–Reo–Kedindi turut kembali fungsional.

Pada tahap penanggulangan darurat, sebanyak 40 titik longsor telah berhasil dibersihkan hingga dapat dilalui. Selain itu, penanganan pada empat titik patahan badan jalan juga telah dirampungkan.

Sementara untuk kerusakan pada lima titik jembatan dan plat duiker saat ini masih dapat difungsikan, sehingga mobilitas warga tetap berjalan lancar.

Guna mempercepat proses pemulihan di lapangan, BPJN NTT telah mengerahkan tujuh unit excavator dan empat unit loader ke area terdampak. 

Alat-alat berat ini difungsikan untuk mengeruk material longsoran, membenahi kerusakan jalan, serta menjamin keterbukaan akses ke wilayah yang terisolasi.

Pulihnya akses di sembilan ruas jalan nasional terdampak menjadi pijakan vital dalam percepatan pemulihan Pulau Flores pascagempa, ungkapnya. 

Kementerian PU berkomitmen penanganan akan terus berjalan sesuai evaluasi pemantauan di lapangan, dengan menempatkan keselamatan warga dan kelancaran jalur lalu lintas sebagai prioritas utama.

Dody menyampaikan pihaknya juga menjalin koordinasi bersama Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada, serta jajaran perwakilan BNPB, Kodim Nagekeo, dan Basarnas. 

Konsolidasi ini digelar untuk mempercepat pendataan sekaligus penanggulangan infrastruktur yang rusak.

Dirinya menegaskan Kementerian PU siap menyokong bantuan teknis maupun pembenahan infrastruktur, sedangkan pihak pemda akan memandu penetapan titik-titik yang masuk daftar prioritas.

"Terkait mana yang prioritas, nanti biar Pak Bupati yang menentukan, kami yang mulai kerjakan. Kewajiban kami dari pusat bahwa memang membantu dan pak bupati sebagai mewakili membantu menjaga dan mana yang akan kami kerjakan," katanya.

Bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores sebelumnya merusak deretan infrastruktur jalan hingga jembatan. 

Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT sigap menerjunkan personel dan alat berat untuk membuka kembali jalur yang tertutup longsor maupun mengalami kerusakan fisik.

Terkini