Lada Putih Asal Bangka Belitung Tembus 1.200 Restoran Dunia

Selasa, 18 Agustus 2026 | 03:05:31 WIB
Ilustrasi lada putih [FOTO: NET].

JAKARTA - Lada putih asal Indonesia kembali mencuri panggung di pasar global. Rempah dapur yang populer dengan sebutan Muntok White Pepper asal Kepulauan Bangka Belitung kini sukses merambah jaringan 1.200 restoran kelas dunia.

Menukil laporan Antara, Senin (17/8/2026), lada putih Muntok merupakan komoditas unggulan yang telah mengantongi sertifikasi Indikasi Geografis (IG) dari Pulau Bangka. Memiliki karakter aroma yang khas, sensasi pedas bersih, serta warna putih krem alami, lada ini sudah lama didaulat sebagai standar mutu lada putih internasional.

"Kami sudah bekerja sama dengan 1.200 restoran di 63 negara, dan saat ini kami kekurangan rempah-rempah dan bumbu," kata Deputi Kementerian UMKM Bidang Usaha Menengah Bagus Rachman.

Berbeda dari lada hitam, proses pengolahan Muntok White Pepper dilakukan lewat perendaman buah lada matang sampai lapisan kulitnya terkelupas, untuk kemudian dijemur di bawah terik matahari Bangka. Metode tradisional semacam inilah yang melahirkan mutu premium yang sukar dijumpai di wilayah lain.

Berdasarkan pencatatan pemerintah daerah serta para eksportir, pemasaran lada putih Muntok kini tidak lagi sekadar dijual dalam wujud bahan mentah.

Jadi langganan restoran dunia

Saat ini, produk tersebut dikurasi dan dipasarkan langsung ke jaringan restoran fine dining, hotel bintang lima, serta industri kuliner lintas negara di kawasan Eropa, Amerika, Timur Tengah, hingga Asia.

Statistik lembaga terkait memperlihatkan bahwa Bangka Belitung mengekspor 1.370 ton lada putih dengan nilai mencapai Rp180 miliar lewat 184 kali pengiriman sepanjang 2025 ke pelbagai destinasi, meliputi Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, serta Taiwan.

Pencapaian 1.200 restoran internasional yang memanfaatkan Muntok White Pepper menjadi manifestasi nyata bahwa bumbu dapur Nusantara bukan sekadar komoditas curah biasa, melainkan produk bernilai tambah tinggi dengan kekuatan branding asal-usul yang kokoh.

Langkah ini pun selaras dengan agenda pemerintah dalam memperkokoh hilirisasi komoditas rempah sekaligus melindungi kesejahteraan petani lada lokal di Bangka Belitung. Berkat kepemilikan sertifikasi Indikasi Geografis, banderol harga Muntok White Pepper di pasaran global jauh lebih tinggi serta stabil apabila dibandingkan lada putih pada umumnya, yang sepanjang rentang 2024-2025 terpantau di kisaran 6.000 dollar AS (sekitar Rp106 juta) per metrik ton.

Ke depannya, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mematok target ekspansi pasar ke cakupan negara yang lebih luas, sembari konsisten merawat mutu serta keberlanjutan budidaya lada di lahan-lahan petani lokal.

Bumbu rempah yang menjadi daya tarik dunia

Merujuk pada laman Babelprov.go.id, profil cita rasa khas yang dimiliki lada putih produksi Muntok terbukti menjadi magnet kuat bagi berbagai negara di dunia. Komoditas lada putih asal Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ini telah diekspor ke pelbagai penjuru bumi guna menyuplai sekitar 40 persen kebutuhan lada global.

Lada putih Babel mengusung karakter rempah bermutu tinggi yang amat digandrungi konsumen internasional, lantaran memiliki kandungan piperin (tingkat kepedasan) yang tinggi di angka 5-7 serta aroma minyak atsiri yang pekat. Demi mengamankan kualitasnya, sejak Desember 2019 silam Muntok White Pepper (MWP) telah resmi didaftarkan Indikasi Geografisnya (IG).

Dengan begitu, komoditas lada yang mengusung label MWP dapat dipastikan murni berasal dari lahan perkebunan milik petani lokal Babel. Lebih lanjut, legalitas IG-MWP ini perlu disebarluaskan pendaftarannya ke berbagai negara agar peredaran maupun kualitas produk MWP senantiasa terpantau ketat. 

Kendati demikian, popularitas MWP di kancah global sempat terkendala lantaran produk lada Bangka yang dipasarkan ke luar negeri sebelumnya kerap tidak mencantumkan identitas asal usul produk.

Terkini