Karhutla Tertangani, Kawasan Wisata Bromo Dibuka Kembali Besok

Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:33:32 WIB
kawasan Taman Nasional Bromo [FOTO: NET].

JAKARTA - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memastikan kembali membuka aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, pada Kamis (20/8) pukul 00.01 WIB, menyusul telah teratasinya insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha melalui keterangan pers yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (19/8/2026), menjelaskan bahwa pembukaan kembali akses bagi pelancong ke Bromo didasarkan pada hasil pemantauan serta evaluasi kondisi kawasan setelah kebakaran.

"Mempertimbangkan aspek keselamatan pengunjung dan petugas, sehingga kawasan Bromo dibuka untuk wisata Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 00.01 WIB," kata Rudi.

Kebijakan pembukaan kawasan Bromo ini tercantum dalam Surat Pengumuman Nomor: PG.19/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026 yang dikeluarkan pada 19 Agustus 2026. Pihak Balai Besar TNBTS mengumumkan bahwa tiket kunjungan sudah dapat dipesan mulai hari ini melalui situs resmi bromotenggersemeru.id. Sementara itu, kuota harian kunjungan wisata ke kawasan tersebut tetap berjumlah 2.752 orang per harinya.

Sebelumnya, seluruh pintu masuk wisata di area Bromo—yang mencakup Cemorolawang (Kabupaten Probolinggo), Wonokitri (Kabupaten Pasuruan), Jemplang serta Coban Trisula (Kabupaten Malang), dan Senduro (Kabupaten Lumajang)—sempat ditutup secara menyeluruh akibat eskalasi karhutla yang meningkat sejak Sabtu (8/8) malam.

Rudi menuturkan bahwa pembukaan kembali kawasan untuk tujuan wisata ini tetap harus mengindahkan sejumlah ketentuan, di antaranya kewajiban pengunjung untuk menaati setiap aturan serta instruksi petugas di lapangan, serta menjaga kebersihan dan kelestarian alam.

 Pengunjung juga diminta menghindari segala bentuk aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuat perapian, membuang puntung rokok, atau meninggalkan benda lain yang dapat memantik api. Apabila wisatawan mendapati adanya kepulan asap, bara, atau tanda-tanda kebakaran, mereka diimbau untuk segera melaporkannya kepada petugas.

"Kami bersama-sama saling menjaga kawasan agar kebakaran tidak kembali terjadi," ucapnya.

Di samping itu, ia menyampaikan bahwa keberhasilan dalam menanggulangi kebakaran ini terwujud berkat kerja keras dari tim gabungan yang melibatkan berbagai elemen. Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa titik api yang sempat meluas di kawasan Gunung Bromo berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam rentang waktu 13 hari sejak peristiwa kebakaran bermula pada Senin (3/8).

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan kebakaran, mulai petugas Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, mitra, relawan, masyarakat, hingga pelaku jasa wisata," ucap dia.

Terkini