IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas dalam Rentang 6.400 Hingga 6.500

Rabu, 19 Agustus 2026 | 01:49:01 WIB
IHSG.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang untuk bergerak secara terbatas pada sesi perdagangan Rabu (19/8), menyusul penutupan yang menguat 0,75 persen menuju level 6.449,83 pada hari Selasa (18/8). Pelaku pasar saat ini tengah mencermati kepastian arah suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI).

Phintraco Sekuritas memproyeksikan pergerakan positif IHSG ditopang oleh keyakinan pasar bahwa BI bakal mempertahankan BI Rate pada kisaran 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung Rabu (19/8).

"Ekspektasi tersebut sejalan dengan inflasi yang masih berada dalam sasaran BI serta kebutuhan menjaga stabilitas rupiah," ujar tim dalam riset harian, Selasa (18/8/2026).

Memperhatikan perpaduan sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak sideways di kisaran rentang 6.400–6.500 pada sesi transaksi Rabu (19/8/2026).

Pada penutupan transaksi Selasa (18/8), mayoritas sektor saham tercatat berakhir di zona hijau. Sektor energi menjadi penopang utama dengan kenaikan 2,24 persen, disusul sektor infrastruktur sebesar 1,65 persen, serta sektor transportasi dan logistik naik 1,31 persen. Sebaliknya, sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang terkoreksi, yakni turun 0,47 persen.

Sementara itu dari pasar valuta asing, pergerakan nilai tukar rupiah menguat 0,17 persen dan ditutup pada level Rp17.850 per dolar AS.

Seirama dengan pandangan Phintraco Sekuritas, tim riset Sinarmas Sekuritas menilai fokus para pemodal masih akan tertuju pada hasil RDG BI, terlebih agenda ini merupakan pembahasan kebijakan perdana usai Perry Warjiyo mengundurkan diri.

Pasar menantikan kelanjutan dari arah kebijakan moneter yang kini dikawal Plt. Gubernur BI Destry Damayanti. Di sisi lain, tim riset Sinarmas Sekuritas turut memberi perhatian pada sentimen luar negeri yang berpotensi menahan ruang penguatan IHSG.

Pergerakan bursa kawasan regional dibayangi oleh lonjakan harga minyak mentah dan yield obligasi menyusul usainya kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran. Adapun di Tiongkok, kalangan investor memantau perlambatan kinerja ekonomi periode Juli serta peluang hadirnya stimulus.

Pada saat bersamaan, pemerintah Jepang menghadapi tekanan akibat peningkatan yield obligasi dan menguatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan.

Merujuk pada catatan data RTI Infokom, tepat pukul 09.00 WIB IHSG sempat dibuka menguat ke posisi 6.389,38, namun kemudian terkoreksi 0,94 persen beberapa saat setelah pembukaan. IHSG bergerak dalam rentang 6.389,18 hingga 6.414,88 pada awal perdagangan.

Memasuki awal perdagangan sesi I, IHSG melanjutkan penurunan sebesar 0,58 persen menuju posisi 6.412,27.

Terkini