ELSA Kembangkan Teknologi Bawah Permukaan Guna Akselerasi Eksplorasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 03:28:32 WIB
Ilustrasi Pekerja PT Elnusa Tbk.

JAKARTA — PT Elnusa Tbk. (ELSA) mengakselerasi penguatan kapabilitas Geoscience & Reservoir Services (GRS) demi menopang aktivitas eksplorasi sekaligus menjawab kebutuhan sektor energi.

Langkah pengembangan ini dieksekusi melalui pemanfaatan teknologi akuisisi, pengolahan data, hingga pemodelan struktur bawah permukaan secara presisi.

Corporate Secretary Elnusa Rustam Aji menjelaskan bahwa lewat unit GRS, perusahaan berupaya menyatukan berbagai keahlian operasional guna menghasilkan high-resolution subsurface insights.

Informasi tersebut dimanfaatkan sebagai pembanding utama dalam memetakan profil bawah permukaan serta memandu penentuan keputusan pada proyek eksplorasi maupun keteknikan.

“Bagi Elnusa, teknologi dan inovasi bukan hanya menjadi bagian dari perangkat operasional, tetapi merupakan enabler dalam menghadirkan solusi energi yang semakin adaptif dan bernilai tambah. Karena itu, kami terus mengembangkan kapabilitas teknologi sekaligus memastikan kesiapan ekosistem pendukungnya, mulai dari expertise, equipment, pengelolaan material hingga mobilisasi ke lokasi operasi. Integrasi seluruh aspek tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan nilai tambah nyata bagi pelanggan,” kata Rustam dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (19/8/2026).

Pada pilar akuisisi data, Elnusa menguasai ragam portofolio meliput land seismic, marine seismic, nodal technology, seismic drilling, recording system, Vibroseis, Ocean Bottom Nodes, hingga non-seismic survey.

Kelengkapan portofolio tersebut disokong lebih dari 100 set unit surveying, navigation, dan positioning, lebih dari 250 set seismic drilling, serta lebih dari 25.000 channel recording & cable system.

Selain itu, lini operasional didukung sembilan unit Vibroseis, satu kapal Indonesian Seismic Vessel, 2.000 unit Ocean Bottom Nodes, 8.000 unit Onshore SmartSolo Nodes, hingga 25.000 unit Onshore Stryde Nodes.

Manajemen memaparkan bahwa penerapan teknologi akuisisi seismik perseroan telah meluas sejak 2005 mengandalkan Sercel 428 XL dengan kapasitas 20.000 channel. Selanjutnya pada 2015, perseroan menambah RT 2 Wireless Seismic System berdaya tampung 2.000 channel.

Elnusa kemudian mendatangkan 8.000 channel SmartSolo pada 2021 guna memfasilitasi pemetaan di wilayah terisolasi, lalu memperbesar kapasitasnya kembali melalui perolehan 25.000 channel node STRYDE pada 2025.

Di samping sarana akuisisi, perseroan menyiagakan Vibroseis EnviroVibe 15.000 lbs untuk pencitraan struktur tanah. Perangkat ini fleksibel difungsikan di area tambang, sub-volcanic terrain, hingga pemukiman padat.

Saat ini perseroan juga mematangkan inovasi MiniVibro sebagai alat pemicu getaran ringkas untuk analisis geohazard dan geotechnical survey.

Perangkat MiniVibro dibekali kapasitas tekanan hingga 4.000 lbs dengan spektrum frekuensi 10–200 Hz. Rancang bentuknya yang ringkas memungkinkan alat ini menjangkau medan berakses terbatas dengan mengandalkan rancangan engineering lokal.

Performa Vibroseis turut dikembangkan untuk ranah aplikasi lain, salah satunya metode Vibroseismic EOR guna memacu volume produksi migas.

Skema ini menjadi salah satu alternatif teknik pengangkatan minyak yang dapat diandalkan lantaran tetap memperhatikan aspek perlindungan lingkungan.

Terkini