Rehan dan Gloria Terhenti pada Babak 32 Besar Kejuaraan Dunia BWF 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:30:02 WIB
Pasangan ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja.

JAKARTA - Pasangan ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja, harus merelakan tiket melangkah lebih jauh usai kehilangan kendali permainan pada ajang Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India, Rabu (19/8/2026).

Langkah Rehan/Gloria terhenti di babak 32 besar setelah takluk dari pasangan unggulan kesembilan asal Taiwan, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan, melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-9, 18-21, dan 19-21.

"Pada poin-poin akhir kami kurang tenang dan masih terlalu terburu-buru," kata Rehan dalam keterangan resmi PBSI.

Padahal, Rehan/Gloria mampu mendominasi jalannya gim pertama dengan keunggulan mencolok. Namun situasi berbalik pada gim kedua ketika mereka berjuang mengejar ketertinggalan poin.

Kendati sempat memangkas jarak angka dan menjaga asa untuk mengunci kemenangan dua gim langsung, kegagalan dalam mengeksekusi poin-poin krusial membuat momentum tersebut sirna.

"Saya paling menyayangkan gim kedua. Setelah tertinggal cukup jauh, kami bisa mendekat dan sebenarnya masih memiliki kesempatan, tetapi penyelesaian pada poin terakhir kurang baik," ujar Gloria.

Memasuki gim penentuan, ganda Taiwan bermain semakin percaya diri dan leluasa mendikte laga. Di sisi lain, Rehan/Gloria tampak kesulitan menjaga kesabaran untuk menyusun serangan yang efektif.

Gloria tak menampik bahwa strategi di lapangan beberapa kali meleset karena ceroboh mengarahkan pukulan ke area Ye Hong Wei, pilar lawan yang dinilai punya performa sangat solid.

"Pada gim ketiga mereka sudah menemukan ritme permainan, sedangkan kami terlalu terburu-buru ingin menghasilkan poin. Kami juga beberapa kali lupa untuk menghindari mengarahkan bola kepada Ye Hong Wei karena dia punya kualitas yang sangat baik," kata Gloria.

Bagi Rehan, hasil pahit ini menjadi pelajaran berharga bahwa status kedudukan maupun nama besar lawan tak menjamin hasil akhir apabila kesiapan di arena pertandingan tidak teruji secara maksimal.

"Siapa pun lawannya pada akhirnya sama. Pertandingan ditentukan oleh siapa yang lebih siap ketika berada di lapangan," ujar dia.

Kendati harus angkat koper lebih awal, Rehan tetap bersyukur karena mereka berdua dapat menuntaskan laga tanpa dibayang-bayangi cedera.

Terkini