Integrasi Data Kebencanaan Diperlukan untuk Tanggap Darurat di Sikka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:05:33 WIB
Mendagri Tito Karnavian.

JAKARTA - Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal Zakaria Ali menegaskan bahwa pengelolaan posko serta data kebencanaan terintegrasi merupakan kunci percepatan penanganan bencana. Langkah ini terbukti efektif saat merespons tanggap darurat pascagempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

“Pengelolaan posko yang solid dan data yang terintegrasi adalah kunci dalam respons cepat tanggap darurat. Kami mendorong BPBD dan seluruh unsur Forkopimda di Sikka untuk mempertahankan koordinasi yang baik ini, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan mengingat potensi gempa susulan yang masih ada,” kata Safrizal dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Pernyataan ini disampaikan usai mendampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meninjau lokasi terdampak gempa di Kabupaten Sikka pada Rabu (19/8/2026). Inspeksi dilakukan guna memastikan seluruh tahapan tanggap darurat serta aktivitas pelayanan publik tetap berjalan lancar.

Pada rangkaian kunjungan kerja tersebut, Safrizal mendampingi Mendagri saat melakukan tinjauan di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur transportasi usai diguncang gempa.

Merujuk pada laporan resmi dari Bupati Sikka, peristiwa gempa bumi tektonik tersebut telah mengakibatkan tiga orang warga meninggal dunia.

Mendagri menyampaikan belasungkawa mendalam bagi keluarga korban serta memberi apresiasi kepada jajaran Kementerian Perhubungan, Syahbandar, dan Otoritas Pelabuhan. Pihak pelabuhan dinilai sigap sehingga layanan transportasi laut bisa beroperasi kembali walau ada kerusakan bangunan.

Kepala Syahbandar melaporkan bahwa operasional pelabuhan tetap berjalan berkat pemanfaatan sistem digitalisasi layanan yang didukung mekanisme cadangan (backup). Mendagri mengimbau agar semua pihak tetap siaga mengantisipasi potensi gempa susulan selama 2 hingga 3 minggu mendatang.

Guna meringankan beban warga terdampak, Mendagri menyerahkan bantuan tali asih kepada pihak keluarga almarhumah Maria Diana Meliana. Almarhumah merupakan salah satu korban jiwa akibat musibah gempa di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok.

Mendagri juga memberikan dukungan moral serta menguatkan semangat keluarga yang ditinggalkan. Pemerintah menegaskan akan selalu hadir di tengah warga untuk memberikan bantuan secara maksimal.

Kunjungan kerja diakhiri dengan inspeksi ke Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik milik BPBD Kabupaten Sikka. Mendagri memuji tata kelola posko yang mampu menyajikan data bencana secara terperinci dan menyeluruh.

Sistem data yang rapi ini dinilai sangat membantu kelancaran koordinasi antarinstansi dan mempercepat proses pengambilan keputusan di lapangan. Pemerintah pusat terus berkomitmen memberikan dukungan penuh agar kebutuhan dasar warga yang terdampak gempa dapat terpenuhi.

Terkini