Pemanfaatan AI Percepat Penemuan Obat dan Dampaknya untuk Para Pasien

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:47:02 WIB
Ilustrasi Ai.

JAKARTA - Proses menemukan obat baru bukanlah perkara singkat. Peneliti harus melewati berbagai tahapan panjang, mulai dari mencari target terapi yang tepat, merancang kandidat obat, hingga melakukan serangkaian pengujian sebelum terapi dapat diberikan kepada pasien secara aman.

Kini, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai dimanfaatkan untuk membantu mempercepat proses tersebut. Teknologi ini memungkinkan peneliti mengolah dan menghubungkan data dalam jumlah besar yang sebelumnya membutuhkan waktu panjang untuk dianalisis.

Perkembangan ini salah satunya terlihat dari kemitraan perusahaan farmasi Novo Nordisk dengan Amazon Web Services (AWS) yang diumumkan pada Kamis (20/8/2026). Keduanya memanfaatkan teknologi AI dan komputasi awan untuk mendukung riset serta pengembangan obat.

Dalam penelitian medis, data yang digunakan berasal dari berbagai sumber seperti data genomik, hasil pencitraan, hingga informasi klinis. Pemanfaatan AI membantu peneliti menghubungkan berbagai jenis data tersebut agar lebih cepat menemukan pola yang relevan pada tahap awal riset.

Melalui kerja sama tersebut, Novo Nordisk dan AWS membentuk hub co-innovation di London yang mempertemukan para ahli untuk mengembangkan pemanfaatan AI. Teknologi ini digunakan untuk mengidentifikasi target terapeutik sekaligus merancang kandidat terapi.

Kendati demikian, penggunaan AI bukan berarti seluruh proses pengembangan obat dapat dilewati begitu saja. Kandidat terapi tetap harus melalui tahapan penelitian dan uji klinis yang ketat untuk memastikan keamanan serta efektivitasnya bagi pasien.

Manfaat AI lebih tepat dilihat sebagai alat bantu bagi peneliti agar dapat bekerja lebih cepat dan efisien. Dalam jangka panjang, perkembangan ini berpotensi membantu penanganan penyakit kronis yang membutuhkan pilihan terapi terus-menerus.

Selain mendukung penelitian medis, AI dalam kolaborasi Novo Nordisk dan AWS juga digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, termasuk memangkas waktu pengerjaan dokumentasi klinis serta mendukung produktivitas puluhan ribu karyawan.

Terkini