Samsung Galaxy Z Fold 8 Mulai Curi Perhatian Gen Z di Korea Selatan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:57:02 WIB
Samsung Galaxy Z Fold 8.

JAKARTA - Samsung Galaxy Z Fold 8 mulai mencuri perhatian Gen Z di Korea Selatan, terutama kelompok perempuan yang selama ini lebih banyak memilih iPhone. Rancangan bodi tipis serta ringan dengan bentuk menyerupai paspor disebut menjadi salah satu daya pikat utama ponsel lipat teranyar milik Samsung ini.

Di Korea Selatan, pemesanan awal Galaxy Z Fold 8 menembus angka 1,44 juta unit, mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah lini Galaxy. Sementara untuk pasar global, akumulasi angka penjualannya telah melampaui 5 juta unit.

Pihak Samsung mengungkapkan bahwa separuh dari deretan pemesan awal Galaxy Z Fold 8 berasal dari kalangan remaja hingga kelompok usia 20 sampai 30-an tahun. Pada kelompok tersebut, porsi pembelian dari konsumen wanita meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding seri terdahulu.

"Jika mempertimbangkan bahwa 67 persen perempuan Korea berusia 20-an menggunakan iPhone, peningkatan pembelian di kalangan perempuan usia remaja hingga 30-an ini cukup signifikan," kata seorang sumber yang tak disebutkan namanya.

Sejumlah pengguna iPhone dilaporkan mulai beralih menggunakan Galaxy Z Fold 8. Pada berbagai platform media sosial di Korsel, tren perpindahan tersebut menuai beragam tanggapan. Sebagian warganet menyebut iPhone kini terkesan seperti gawai orang tua, sementara pengguna setia Apple selama sedekade memilih berpisah demi meminang Galaxy Z Fold 8.

Daya pikat Galaxy Z Fold 8 juga menjangkau pasar Jepang yang selama ini didominasi oleh produk Apple. Usai diluncurkan pada 7 Agustus 2026, beberapa varian ponsel ini sempat kehabisan stok, serta jadwal reservasi pengujian unit di toko resmi kawasan Harajuku, Tokyo, terpantau penuh.

"Galaxy masih menjadi pemain kecil di Jepang, tetapi semakin banyak orang melihat Samsung memiliki keunggulan dibandingkan Apple dalam hal ponsel lipat," ujar Leo Yasumura, seorang insinyur teknologi informasi.

Daya tarik konsumen pada suatu produk kerap diawali dari kesan pertama sebelum menelusuri detail spesifikasinya. Hal serupa tampak berlaku pada pasar ponsel pintar saat ini.

Ketika deretan remaja perempuan di Samsung Store Hongdae dimintai tanggapan, mayoritas menilai Galaxy Z Fold 8 tampak mungil, tipis, anggun, serta menarik. Rincian performa dan spesifikasi teknis justru menempati urutan pertimbangan setelahnya.

Bobot seberat 201 gram menjadikannya varian ponsel lipat paling ringan yang pernah diproduksi Samsung. Desain teranyarnya membuat perangkat ini tampil beda saat digunakan di tengah ruang publik.

Kim Dae-jong, seorang profesor administrasi bisnis asal Sejong University, menilai Samsung telah berhasil menemukan formula yang tepat dalam memikat minat konsumen.

"Memunculkan perasaan 'Saya ingin memilikinya' merupakan titik awal penjualan. Ini adalah area yang selama ini menjadi tantangan bagi Samsung Electronics," kata Kim.

Ia mengimbuhkan, keberhasilan menjadi pihak pertama yang mengenalkan rancangan baru membuat Samsung sukses menggaet konsumen yang ingin tampil beda.

Kendati demikian, tren memiliki gawai kekinian berisiko memudar dalam kurun waktu cepat. Ujian sesungguhnya terletak pada kemampuan perangkat dalam menyokong aktivitas harian penggunanya secara berkelanjutan.

Lee Il-hwan selaku Executive Vice President sekaligus Head of Design Team Samsung Electronics Mobile eXperience Business menekankan pentingnya merancang setiap momen pengalaman pengguna, tak sekadar bentuk fisiknya semata.

Konsep bodi Galaxy Z Fold 8 sendiri terinspirasi dari bentuk paspor. Samsung ingin menghadirkan gawai yang nyaman digenggam dengan satu tangan layaknya paspor, namun sanggup menyajikan layar lapang ketika dibentangkan.

Pada generasi sebelumnya, publik kerap mempertanyakan urgensi layar lipat pada gawai. Seri Galaxy Z Fold 8 dinilai mulai menjawab keraguan tersebut lewat kegunaan nyata, baik saat kondisi terlipat maupun terbuka.

"Galaxy Z Fold 8 merupakan form factor yang memaksimalkan pengalaman menikmati konten seperti YouTube, webtoon, e-book, dan berbagai media lainnya, sejalan dengan perubahan gaya hidup global," kata Kim Duk-jin, Head of IT Communication Research Institute.

Rancangan bentuk paspor ini bukan hal baru, melainkan hasil riset panjang Samsung selama lebih dari sepuluh tahun.

Pada gelaran CES 2013 di AS, Samsung pernah memamerkan konsep gawai berasio 4:3 yang dapat dilipat bak dompet. Namun, kendala teknologi kala itu membuat perangkat terlalu tebal. Butuh waktu 13 tahun hingga perkembangan material mampu mewujudkan konsep tersebut secara ideal.

Penggunaan lapisan paduan titanium pada Galaxy Z Fold 8 diklaim 20 kali lebih kuat dibanding material terdahulu. Material ini sanggup memangkas ketebalan layar hingga 12 persen.

Struktur pelat titanium berpori mikro yang dikembangkan bersama Samsung Display turut memberi topangan rapat di area lipatan. Inovasi ini berhasil meminimalkan tampilan bekas lipatan yang selama ini menjadi kelemahan utama ponsel lipat.

Persaingan gawai lipat bergaya paspor diprediksi kian sengit seiring kabar bahwa Apple tengah menyiapkan perangkat serupa berasio 4:3 bernama iPhone Ultra untuk rilis September 2026.

"Kami menyambutnya karena semakin banyak perusahaan yang masuk ke pasar yang sudah matang," kata TM Roh, Head of Device eXperience Samsung Electronics.

Pengamat menilai, inovasi bentuk gawai mampu menentukan arah perkembangan pasar dalam jangka panjang. Karena itu, kompetisi yang sebenarnya baru akan dimulai ketika euforia awal produk mulai mereda.

"Produk baru ini telah mencapai sesuatu dengan menawarkan desain sekaligus performa," kata Lee Seong-yeob, profesor di Korea University Graduate School of Management of Technology. “Namun, Samsung harus mempertahankan daya saing harga dan memperkuat ekosistem AI jika ingin mempertahankan posisi teratas di pasar ponsel lipat.”

Terkini