Puluhan Helikopter Disiagakan BNPB untuk Atasi Karhutla di Dua Pulau

Jumat, 21 Agustus 2026 | 21:57:31 WIB
Petugas Badan Penanggulangan Bencana berusaha mematikan kobaran api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan.

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan puluhan unit helikopter telah disebar dan disiagakan guna mendukung operasi pemadaman serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan di Jakarta, Jumat, mengutarakan bahwa puluhan armada udara tersebut didistribusikan secara khusus ke enam provinsi prioritas sesuai kebutuhan dan kondisi riil di lapangan.

"Pengoperasian helikopter tersebut disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan," kata dia.

Berton memaparkan bahwa hingga saat ini pengerahan armada udara terbagi secara proporsional pada enam provinsi sasaran utama, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Di kawasan Sumatera, Provinsi Riau disiagakan satu helikopter patroli, satu pesawat OMC, serta lima helikopter water bombing. Sementara Provinsi Jambi diperkuat satu helikopter patroli, satu pesawat OMC, dan dua helikopter water bombing.

Adapun Provinsi Sumatera Selatan menerima alokasi armada udara terbanyak di wilayah Sumatera, meliputi satu helikopter patroli, satu pesawat OMC, dan tujuh helikopter water bombing.

Untuk kawasan Kalimantan, Kalimantan Selatan disiagakan satu helikopter patroli, satu pesawat OMC, dan tiga helikopter water bombing. Sementara Kalimantan Tengah mendapatkan dukungan satu helikopter patroli, satu pesawat OMC, serta empat helikopter water bombing.

Selanjutnya di Kalimantan Barat, satgas udara memperkuat penanganan area dengan menyiagakan dua helikopter patroli, satu pesawat OMC, dan lima helikopter water bombing.

Kendati demikian, Berton menekankan bahwa peran tim satgas pemadaman darat yang menggabungkan personel BPBD, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Damkar, TNI, Polri, hingga relawan tetap memegang peranan krusial.

Pasalnya, efektivitas penanganan karhutla dari udara juga amat bergantung pada potensi pembentukan awan hujan serta pasokan ketersediaan air.

"Untuk OMC, BNPB berkolaborasi dengan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) untuk memantau pertumbuhan potensi awan hujan yang dapat dimanfaatkan untuk OMC," kata dia.

Atas dasar itu, BNPB mendorong para gubernur, bupati, hingga wali kota di enam provinsi tersebut untuk terus mengintensifkan deteksi dini sekaligus memastikan kesiapan alat pemadaman darat di daerah masing-masing.

"Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar. Apabila masyarakat mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, segera melapor kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif," kata dia menegaskan.

Terkini