PLN Akselerasi Panas Bumi Capai 7 Komma 9 GW pada 2033 Mendatang

Jumat, 21 Agustus 2026 | 02:40:31 WIB
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong berkapasitas 80 MW di Tomohon, Sulawesi Utara.

JAKARTA - PT PLN (Persero) bersiap mengakselerasi pengembangan potensi energi panas bumi nasional dengan menargetkan lonjakan kapasitas terpasang dari 2,8 gigawatt (GW) menjadi 7,9 GW pada 2033.

Langkah strategis ini dieksekusi demi membawa Indonesia menjadi produsen panas bumi terbesar di dunia, sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong terobosan energi bersih untuk memperkuat kedaulatan energi nasional.

"Atas dasar pemikiran itu, Bapak Presiden Prabowo memerintahkan untuk segera mencari terobosan-terobosan alternatif dalam rangka mendorong kedaulatan energi kami. Tidak ada cara lain selain melakukan percepatan implementasi geothermal supaya bisa menjadi listrik ataupun menjadi yang lain. Harus ada kolaborasi antara pengusaha dan regulator," ujar Bahlil dalam acara IIGCE 2026 di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Pada agenda yang sama, Ketua Umum Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) Julfi Hadi menggarisbawahi pentingnya momentum satu abad eksplorasi panas bumi sebagai pijakan lompatan besar.

"Indonesia mempunyai local resources, mempunyai indigenous resources, yaitu panas bumi yang terbesar di dunia. Energi panas bumi mempunyai karakteristik spesial bisa menjadi base load yang andal. Satu-satunya base load renewable yang ada pada saat ini juga terbarukan, bersih dan terbentang luas dari Sabang sampai Merauke. Kunci mutlak menuju (Visi Panas Bumi) 30.1 adalah kolaborasi," kata Julfi.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan kesiapan pihaknya mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam mengoptimalkan potensi geothermal yang mencapai 23,2 GW.

"Indonesia memiliki peluang emas untuk membawa kekayaan panas bumi menjadi pemimpin energi dunia. Sesuai arahan Pemerintah melalui RUPTL 2025-2034, dari kapasitas 2,8 GW saat ini, ke depan kami akan mendorong penambahan kapasitas sebesar 5,1 GW atau melompat menjadi total 7,9 GW pada 2033 sekaligus berpotensi menjadi yang terbesar di dunia,” tegas Darmawan.

Darmawan merincikan, kenaikan kapasitas dilakukan bertahap melalui 110 proyek, dengan 25 unit dikembangkan PLN dan 85 unit dikerjakan oleh Independent Power Producer (IPP).

Guna mempercepat pencapaian target, PLN membuka skema kerja sama Geothermal Exploration & Energy Conversion Agreement (GEECA) dan Steam Sales & Energy Conversion Agreement (SECA).

“PLN membuka kolaborasi seluas-luasnya bagi para mitra melalui skema GEECA dan SECA. Lewat kolaborasi yang fairness ini, diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan panas bumi, sebagai salah satu energi baru terbarukan domestik,” ucap Darmawan.

Aksi nyata ditunjukkan lewat penyerahan SK Izin Panas Bumi WKP Gunung Ungaran kepada PLN, penandatanganan kemitraan proyek PLTP 453 MW, serta kesepakatan LoI pembelian listrik PLTP Lahendong dan Ulubelu Binary.

”Dengan dukungan Pemerintah dan kolaborasi para mitra, PLN siap mengakselerasi pengembangan panas bumi. Ke depan, panas bumi tidak hanya memperkuat pasokan listrik baseload yang andal, tetapi juga sekaligus mendukung swasembada energi, ketahanan energi, dan percepatan transisi energi nasional," pungkas Darmawan.

Terkini