Kenali Perbedaan ISPA dan Iritasi Asap Beserta Gejalanya pada 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 02:59:31 WIB
Ilustrasi Terkena ISPA dan Iritasi Asap.

JAKARTA - Paparan asap, terutama saat kualitas udara memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan, dapat membuat saluran pernapasan terasa tidak nyaman.

Batuk, tenggorokan gatal, hidung berair, hingga sesak napas kerap muncul setelah seseorang menghirup udara yang tercemar.

Namun, tidak semua keluhan tersebut mengindikasikan infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

Ada kondisi lain yang juga dapat muncul setelah seseorang terpapar asap, yakni iritasi saluran pernapasan.

Perbedaan utama ISPA dan iritasi asap terletak pada penyebabnya. Iritasi asap terjadi ketika saluran pernapasan terkena langsung partikel dan zat kimia yang terkandung dalam asap.

Sementara itu, ISPA merupakan infeksi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh mikroorganisme, terutama virus dan bakteri.

Paparan asap dapat membuat saluran pernapasan mengalami iritasi dan peradangan, sehingga pertahanan alami saluran napas terganggu dan tubuh lebih rentan terkena infeksi.

Dengan kata lain, paparan asap tidak secara langsung berarti seseorang mengalami ISPA, melainkan memicu iritasi sekaligus meningkatkan risiko infeksi.

Gejala iritasi asap meliputi tenggorokan gatal, mata berair, hidung berair, dan batuk kering, yang umumnya membaik setelah menjauh dari sumber asap.

Adapun ISPA ditandai dengan gejala infeksi seperti demam, tubuh lemas, sakit kepala, nyeri badan, pilek, serta batuk yang berlangsung beberapa hari.

Segera konsultasikan ke dokter jika muncul gejala berat seperti sesak napas, nyeri dada, bibir kebiruan, atau jika keluhan tidak kunjung membaik.

Terkini