Pemerintah Kawal Pemulihan Korban Gempa NTT Hingga Beraktivitas Normal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:18:31 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan .

JAKARTA - Pemerintah menjamin penanganan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak sekadar berfokus pada fase tanggap darurat, melainkan terus didampingi hingga kehidupan warga pulih sepenuhnya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyikapi peninjauan lapangan yang dipimpin Kepala BNPB Suharyanto ke Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, NTT.

"Pemulihan kehidupan masyarakat akan terus dikawal agar warga Pulau Palue dapat kembali beraktivitas dengan aman dan perlahan meninggalkan trauma akibat gempa," kata Berton dikutip di Jakarta, Sabtu.

Kini dengan dibukanya akses jalan dan pasokan bantuan yang terus berdatangan, ia berharap warga Pulau Palue bisa menatap hari depan secara lebih tenang.

Berton menekankan bahwa pemerintah beserta seluruh elemen terkait bakal senantiasa hadir memastikan kebutuhan pokok terpenuhi sekaligus memandu proses pemulihan hingga kondisi masyarakat kembali stabil.

Terbukanya jalur logistik serta hadirnya dukungan dinilai menjadi modal penting bagi warga Pulau Palue dalam menata kembali aktivitas sehari-hari.

Pulau Palue sendiri tergolong salah satu lokasi yang mengalami guncangan gempa cukup hebat lantaran lokasinya terbilang dekat dari titik pusat gempa pada Sabtu (15/8). Rentetan tempat tinggal warga mengalami kerusakan dalam berbagai skala.

Di tengah masa pemulihan, beberapa warga tampak masih bertahan membangun tenda darurat secara mandiri di pekarangan rumah untuk tempat tidur sementara akibat masih diselimuti kecemasan.

Rasa takut warga dipicu oleh frekuensi gempa susulan yang masih kerap terasa. Kondisi psikologis masyarakat menjadi fokus perhatian pemerintah, apalagi Desa Ladolaka sempat terisolasi lantaran akses jalan utama tertimbun longsor akibat gempa, walau kini situasinya mulai normal.

Sebanyak tiga unit alat berat ekskavator diturunkan untuk membersihkan puing longsoran sehingga akses jalan yang sempat putus dapat terhubung dan dilalui kembali. Terbuka kembali jalur darat ini sangat krusial untuk mempercepat penyaluran bantuan serta menunjang mobilitas penduduk setempat.

“Beberapa hari yang lalu jalur akses sudah bisa kami lalui setelah tiga alat berat dikerahkan. Akses yang sebelumnya tertutup longsor kini sudah mulai bisa dilewati,” kata Kepala BNPB Suharyanto.

Terkini