Kemenkes Kirim 16 Alat X-Ray untuk Percepat Eliminasi TB di Sulteng

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:30:31 WIB
Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus.

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memfasilitasi 16 unit alat X-ray (rontgen) guna mendongkrak deteksi penyakit tuberkulosis (TB) di Sulawesi Tengah (Sulteng) sebagai bagian dari percepatan penjaringan kasus dan program eliminasi TB.

“Sulawesi Tengah akan mendapatkan 16 alat X-ray. Saya harapkan kalau bisa selambat-lambatnya September sudah sampai, jangan mundur lagi,” kata Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus dalam kunjungan kerja di Palu, Sabtu.

Ia menerangkan bahwasanya kawasan Sulawesi Tengah sebelumnya belum difasilitasi alat X-ray tersebut, sehingga pengiriman 16 unit perangkat baru ini ditargetkan mampu memperluas jangkauan skrinning, termasuk ke area yang sukar diakses.

Menurutnya, pemerintah pusat secara keseluruhan telah menyalurkan 278 unit X-ray ke ragam provinsi demi memperkuat sarana penegakan diagnosis serta menyokong pelacakan kasus TB secara aktif.

Wamenkes memaparkan bahwa X-ray tersebut dirancang fleksibel dengan bobot fisik berkisar tiga kilogram saja sehingga amat praktis untuk dibawa ke berbagai daerah.

“Alat X-ray-nya seperti ini. Beratnya hanya sekitar tiga kilogram. Bisa dibawa ke mana-mana, naik sepeda motor pun cukup. X-ray ini bisa dicas sehingga dapat digunakan untuk pemeriksaan di mana-mana,” ujarnya.

Program alokasi alat X-ray ini menjadi langkah taktis pemerintah dalam memperluas penemuan penderita TB, sehingga proses identifikasi tidak sekadar mengandalkan pasien yang berkunjung ke fasilitas kesehatan saat sudah bergejala.

Merujuk rekapan data Kemenkes, deteksi penderita TB di Sulawesi Tengah pada 2025 tercatat sebanyak 10.066 kasus dengan capaian penanganan medis mendekati 98 persen.

Kendati demikian, tingginya persentase pengobatan tersebut wajib diiringi dengan penguatan langkah pencegahan serta pemutusan mata rantai penyebaran.

Sebab, potensi penularan TB bakal terus berulang jika transmisi lokal di tengah warga belum terputus, utamanya bagi kerabat yang tinggal satu atap dengan pasien.

“Yang diobati hanya pasien TB. Orang di sekitarnya tidak diberikan pengobatan pencegahan,” katanya.

Oleh karena itu, ia menekankan agar jajaran keluarga yang berada di satu kediaman dengan penderita TB wajib mengikuti prosedur pemeriksaan guna mendeteksi potensi paparan maupun infeksi aktif.

Penggunaan perangkat X-ray dipandang sebagai instrumen vital untuk meluaskan jangkauan pelacakan secara aktif sekaligus mempercepat tindakan medis bagi para pasien.

Ia menaruh harapan besar agar 16 armada X-ray tersebut dapat mendarat di Sulawesi Tengah paling lambat September 2026 supaya skrinning lapangan bisa segera dilaksanakan secara masif.

Ia pun menambahkan bahwa hasil pindaian X-ray dapat langsung terhubung dan dibaca lewat komputer jinjing (laptop), yang amat mendukung mobilitas pemeriksaan cepat di lapangan.

Melalui penguatan fasilitas diagnostik ini, pemerintah optimistis penjaringan kasus TB di Sulawesi Tengah berjalan kian maksimal sehingga pertolongan dini dapat diberikan demi mempercepat tercapainya eliminasi TB.

Terkini