Kemenhub Perkuat Sistem Transportasi Rendah Karbon Lewat ITS 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:39:31 WIB
Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Kawasan dan Lingkungan Robby Kurniawan berbicara dalam kegiatan International Transportation Summit (ITS) 2026 di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengintensifkan pengembangan sistem transportasi rendah karbon melalui gelaran International Transportation Summit (ITS) 2026 dengan mengandalkan sinergi, inovasi teknologi, serta arah kebijakan berkelanjutan demi menyokong kedaulatan energi dan kelancaran mobilitas warga.

"Transisi menuju transportasi rendah karbon membutuhkan kolaborasi, inovasi, dan kebijakan yang konsisten agar tetap sejalan dengan kebutuhan konektivitas dan daya saing nasional,” kata Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Kawasan dan Lingkungan Robby Kurniawan terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Ia menyampaikan gagasan tersebut ketika menjadi narasumber dalam forum Second Plenary Session beragenda “Transport Decarbonisation and Energy Sovereignty: Building a Low-Carbon Mobility Ecosystem for Indonesia" di Jakarta.

Agenda perancangan ekosistem transportasi rendah karbon menjadi salah satu topik krusial yang mengemuka dalam gelaran International Transportation Summit 2026 bentukan ITS Indonesia di Jakarta.

Robby mengutarakan bahwa peralihan menuju sistem transportasi ramah lingkungan mensyaratkan kerja sama lintas sektor, terobosan baru, serta kepastian regulasi agar beriringan dengan target konektivitas nasional dan penguatan daya saing.

Menurutnya, langkah dekarbonisasi di sektor transportasi tidak sebatas berorientasi pada pengurangan emisi gas rumah kaca, tetapi juga memegang peranan kunci dalam mengokohkan ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

Ia mengimbuhkan bahwa pembentukan sistem transportasi rendah karbon diproyeksikan untuk menggenjot efisiensi operasional sehingga sanggup menopang laju pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

"Dekarbonisasi transportasi tidak hanya berkaitan dengan penurunan emisi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan dan kedaulatan energi, meningkatkan efisiensi transportasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tegasnya.

Adapun helatan International Transportation Summit 2026 diresmikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan dihadiri jajaran pemangku kepentingan tingkat nasional maupun internasional.

KTT ini diikuti pimpinan ITS Singapura, Hong Kong, hingga Malaysia, bersanding dengan perwakilan kementerian, lembaga pemerintah, akademisi, praktisi industri, serta delegasi mancanegara untuk saling berbagi gagasan.

Melalui penyelenggaraan International Transportation Summit 2026, diharapkan tercipta peluang kolaborasi, pertukaran wawasan, dan inovasi guna mengakselerasi hadirnya ekosistem mobilitas Indonesia yang lebih hijau, efisien, pintar, dan berkelanjutan.

Terkini