Pengembangan SPKLU di Kawasan Wisata Yogyakarta Dibantu oleh PLN

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:33:01 WIB
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center di PLN UID Yogyakarta.

JAKARTA - PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Yogyakarta dan Wonosari menggalakkan ekspansi sarana pengisian kendaraan listrik di area pelancongan Daerah Istimewa Yogyakarta. Inisiatif tersebut dihadirkan demi memudahkan para pengguna sekaligus mewujudkan iklim pariwisata yang modern dan berwawasan lingkungan.

Rencana strategis ini dibahas melalui audiensi jajaran PLN UP3 Yogyakarta dan Wonosari bersama Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. Pertemuan ini mengaji peluang kemitraan guna membangun ekosistem armada listrik yang terintegrasi langsung dengan titik-titik destinasi wisata.

Manager PLN UP3 Yogyakarta dan Wonosari Agung Pratomo menyampaikan, perluasan jaringan infrastruktur pengisian daya ini menjadi bagian dari penguatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pihak PLN juga terus memastikan kesiapan pasokan listrik dan memetakan kebutuhan fasilitas secara terukur di lapangan.

“Dalam momentum Hari Pelanggan Nasional, PLN terus berupaya menghadirkan layanan yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pelanggan. Salah satunya melalui pengembangan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik yang dapat terintegrasi dengan destinasi wisata,” ujar Agung.

Agung mengulas, penyediaan sarana isi daya ini dapat dikonsepkan menyesuaikan dinamika dan karakter dari tiap tempat wisata. Para pengunjung dapat mengisi daya kendaraan mereka sembari menikmati hiburan wisata tanpa harus membuang waktu secara khusus.

“Konsep medium charging atau slow charging dapat menjadi pilihan untuk destinasi dengan durasi kunjungan yang cukup panjang,” jelasnya.

Salah satu lokasi wisata yang sudah dijajaki untuk penerapan sistem tersebut adalah Gembira Loka. Skema serupa turut berpotensi direplikasi ke berbagai destinasi lain dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan masyarakat serta keandalan jaringan kelistrikan setempat.

Pengadaan fasilitas ini juga diproyeksikan untuk menyokong operasional moda transportasi wisata berbasis listrik. Salah satu fokus dasarnya adalah becak listrik yang kini menjadi ikon transportasi penunjang pariwisata di Kota Yogyakarta.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Muh Zandaru Budi Purwanto menilai ketersediaan stasiun pengisian daya amat krusial dalam mempercepat ekosistem pariwisata berbasis kendaraan ramah lingkungan. Menurutnya, sarana ini dibutuhkan oleh para pelancong maupun armada penunjang wisata.

“Kami berharap PLN bisa lebih banyak membangun stasiun pengisian daya listrik bagi kendaraan listrik yang ada di Kota Yogyakarta,” kata Zandaru.

Ia memberikan usulan pengadaan titik stasiun pengisian daya pada kawasan-kawasan strategis pariwisata. Lokasi prioritas yang diajukan meliputi area Sumbu Filosofi termasuk Malioboro, Kotabaru, hingga wilayah Jogja Selatan.

Zandaru berkeinginan agar kolaborasi PLN dan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta dapat terus dipacu. Kemitraan ini diharapkan sanggup mendongkrak daya tarik pariwisata sekaligus memperkokoh keberlanjutan ekosistem armada listrik di Kota Yogyakarta.

Pemanfaatan kendaraan listrik ini juga dipandang amat selaras dengan penataan ikon Malioboro sebagai area khusus pejalan kaki. Pembangunan infrastruktur pengisian daya bakal ditempatkan pada titik-titik krusial yang mudah diakses oleh wisatawan maupun pelaku industri pariwisata.

Ke depan, PLN bersama Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta akan turun memetakan kebutuhan konkret di lapangan. Pelaksanaan program ini juga siap menggandeng para pelaku dan asosiasi pariwisata agar arah pengembangannya tepat sasaran sesuai karakteristik tiap destinasi.

Melalui perluasan sarana pengisian kendaraan listrik ini, PLN berkomitmen menghadirkan layanan energi yang menopang mobilitas berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu mempererat keterikatan antara jaringan kelistrikan, moda listrik, dan objek wisata di Yogyakarta.

Terkini