Pemkot Shanghai Hadirkan 100 Terminal AI Layani Wisatawan

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:45:01 WIB
Ilustrasi Ai.

JAKARTA - Pemerintah Kota Shanghai resmi menghadirkan 100 terminal berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) guna meningkatkan kualitas layanan bagi para wisatawan mancanegara.

Langkah inovatif ini ditempuh seiring dengan terjadinya lonjakan signifikan pada angka kunjungan turis asing ke kota tersebut.

Sepanjang semester pertama tahun 2026, Shanghai berhasil mencatatkan kedatangan hingga 5,3 juta wisatawan asing, atau melambung sekitar 27,82 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Terminal AI yang mulai dioperasikan secara resmi sejak 19 Agustus 2026 ini mengusung agen pintar bernama Hu Xiaoyou. Perangkat fisik ini didistribusikan ke berbagai lokasi strategis, mulai dari hotel berbintang, pusat informasi turis, tempat acara, hingga objek wisata populer.

Selain dapat dimanfaatkan langsung melalui perangkat fisik di lokasi, platform Hu Xiaoyou juga dapat diakses secara digital via mini-program pada aplikasi WeChat dan Alipay langsung dari ponsel genggam pengunjung.

Sistem pintar ini siap mengakomodasi berbagai keperluan perjalanan wisatawan, seperti penunjuk rute, penerjemah bahasa, saran destinasi, pembelian tiket, hingga penyusunan rencana perjalanan (itinerary) secara personal.

Terminal AI ini terhubung dengan kurang lebih 14.000 layanan belanja serta pemesanan. Perangkat lunak pendukungnya pun telah menguasai 10 bahasa internasional, seperti bahasa Inggris, Jepang, Korea, Thailand, Rusia, dan Arab.

Guna makin mempermudah transaksi pengunjung asing, sistem pembayaran pada perangkat ini dirancang untuk menerima transaksi lebih dari 120 mata uang dunia.

Meskipun mengandalkan kecanggihan teknologi, pengelola setempat tetap mengagendakan kehadiran sukarelawan di lapangan guna memandu para wisatawan yang membutuhkan bantuan saat mengoperasikan terminal.

Penerapan terminal AI ini makin memperkuat barisan uji coba teknologi digital yang tengah masif digencarkan Shanghai. Sebelumnya pada Juni lalu, Shanghai telah merilis platform multibahasa Meet China untuk memfasilitasi turis asing.

Platform Meet China mempermudah wisatawan mancanegara dalam mengakses layanan lokal, memesan hidangan, dan melakukan pembayaran dengan opsi yang biasa dipakai di negara asal, sekaligus membantu pelaku usaha lokal mengatasi kendala bahasa.

Terkini