JAKARTA — Pemerintah terus menggenjot percepatan penerapan Indonesia—European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) selaku langkah strategis dalam memperluas jangkauan pasar ekspor Indonesia sekaligus memacu arus investasi dari kawasan Uni Eropa.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengutarakan bahwa keberadaan IEU-CEPA bakal memberikan keuntungan signifikan bagi Indonesia, khususnya lewat pemangkasan dan penurunan tarif perdagangan agar komoditas nasional memperoleh akses lebih lapang di pasar Uni Eropa.
“IEU—CEPA akan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar, meningkatkan perdagangan dan investasi, serta memperkuat diversifikasi rantai pasok dan ketahanan ekonomi Indonesia—Uni Eropa,” tulis Airlangga dalam unggahan Instagram miliknya, @airlanggahartarto_official, dikutip pada Minggu (23/8/2026).
Satu di antara faedah utama IEU—CEPA yakni terbukanya peluang pemotongan tarif bagi produk buatan Indonesia menuju pasar Uni Eropa. Airlangga menuturkan, seandainya kesepakatan tersebut dapat resmi diberlakukan pada awal tahun mendatang, mayoritas pos tarif ekspor Indonesia bakal langsung dipangkas menjadi 0%.
“Jika dapat diimplementasikan mulai awal tahun depan, sekitar 90,4% pos tarif ekspor Indonesia ke Uni Eropa akan langsung menjadi 0%, sementara 8,37% lainnya akan dikurangi secara bertahap,” ujarnya.
Melalui mekanisme ini, berbagai komoditas andalan Indonesia bakal mengantongi ruang persaingan yang lebih kuat di pasar Uni Eropa. Adapun komoditas maupun produk yang berpotensi memetik manfaat ini mencakup minyak kelapa sawit, alas kaki, kopi, furnitur, produk pertanian dan perikanan, hingga layanan telekomunikasi.
Di samping itu, pemangkasan bea tarif ini turut diproyeksikan mampu mendongkrak volume transaksi perdagangan Indonesia dengan negara-negara anggota Uni Eropa, sekaligus membuka peluang ekspansi bagi para pelaku usaha domestik.
Peningkatan Investasi
Di luar urusan perdagangan, IEU—CEPA juga diharapkan sanggup memberi dampak positif pada pertumbuhan investasi Uni Eropa di Tanah Air. Pemerintah terus mendorong masuknya permodalan pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi.
“Di sisi investasi, Indonesia terus mendorong masuknya investasi Uni Eropa pada sektor bernilai tambah tinggi, antara lain manufaktur maju, energi terbarukan, kendaraan listrik, digital, dan farmasi,” lanjutnya.
Airlangga berharap masuknya permodalan tersebut tak sekadar menaikkan nilai investasi asing langsung (foreign direct investment), melainkan juga membawa efek multiplier pada penguatan industri nasional melalui alih teknologi.
Lebih jauh, pemerintah menargetkan penyelesaian seluruh berkas dokumentasi IEU—CEPA dapat dirampungkan dan ditandatangani pada Oktober mendatang. Usai penandatanganan, perjanjian bakal memasuki tahap ratifikasi sebelum diterapkan secara menyeluruh.
Pemerintah memastikan proses tersebut akan terus dikawal agar berjalan efektif, sehingga manfaat kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Uni Eropa bisa segera dirasakan oleh dunia usaha maupun masyarakat luas.
“Indonesia dan Uni Eropa memiliki peluang besar untuk membangun kemitraan ekonomi yang semakin kuat, saling menguntungkan, dan berkelanjutan,” tandasnya.