ONLINEKINI.ID — Tekanan terhadap Gianni Infantino semakin nyata setelah skema untuk mengamankan investasi swasta di turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia, runtuh. Kegagalan ini memicu gelombang kritik dan ancaman boikot dari UEFA, yang membawahi sepak bola Eropa, serta sejumlah federasi nasional yang menarik dukungan mereka.
Di tengah situasi tersebut, Samuel Eto'o, yang kini menjabat sebagai presiden Federasi Sepak Bola Kamerun, justru memberikan pembelaan tegas. Ia menilai kritik yang dialamatkan kepada Infantino lebih disebabkan oleh manuver politik menjelang pemilihan presiden FIFA tahun depan.
“Saya tidak berpikir Presiden Gianni Infantino telah melakukan kesalahan apa pun,” ujar Eto'o kepada CNN. “Saya pikir waktu semua ini terjadi karena akan ada pemilihan.”
Pembelaan Eto'o: Perubahan dan Peluang bagi Negara Kecil
Eto'o, yang pernah memperkuat Barcelona, Inter Milan, dan Chelsea, menegaskan bahwa kepemimpinan Infantino telah membawa perubahan positif bagi sepak bola global. Ia menyoroti perluasan kesempatan bagi negara-negara yang sebelumnya tidak memiliki akses untuk tampil di Piala Dunia.
“Presiden Gianni Infantino telah mengubah sepak bola. Dia memberi kesempatan kepada negara-negara yang tidak memiliki kesempatan itu untuk berpartisipasi dalam turnamen terindah, Piala Dunia. Dia memungkinkan negara-negara kecil untuk mendapatkan tempat di kompetisi ini,” kata Eto'o.
Pernyataan Eto'o ini sejalan dengan sikap Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang pada awal bulan ini secara bulat menegaskan kembali dukungannya untuk Infantino. Ia pun mengajak negara-negara Afrika lainnya untuk melakukan hal yang sama, dengan alasan bantuan yang diberikan Infantino telah mempercepat perkembangan federasi-federasi di benua tersebut.
Gelombang Kritik dari Para Legenda Sepak Bola
Di sisi lain, sekelompok mantan pemain internasional, termasuk sejumlah pemenang Piala Dunia dan legenda FIFA, mendesak adanya perubahan segera di FIFA. Mereka menilai kepemimpinan Infantino telah “dibutakan oleh kekuasaan” dan kehilangan arah dari nilai-nilai inti olahraga ini.
“Kami memiliki kekhawatiran yang sama dengan jutaan penggemar di seluruh dunia,” kata kelompok yang terdiri dari pemain seperti Emmanuel Petit, Bixente Lizarazu, Robert Pires, Briana Scurry, dan Lucy Bronze ini dalam sebuah pernyataan.
“Kekuasaan telah mengaburkan kemampuan kepemimpinan saat ini untuk membedakan antara kepentingannya sendiri dan apa yang terbaik untuk sepak bola. Perubahan itu perlu,” tambah mereka.
Kelompok yang juga mencakup nama-nama seperti Didier Drogba, Juan Sebastian Veron, dan Emmanuel Adebayor ini menyerukan agar para pemain dan penggemar memiliki suara yang nyata dan langsung dalam cara sepak bola dijalankan. Mereka menilai perubahan struktural diperlukan untuk membangun kembali kepercayaan terhadap FIFA.
Nasib Infantino Menjelang Pemilihan Ulang
Infantino dijadwalkan kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden FIFA tahun depan. Namun, menurut sumber senior yang mengetahui diskusi internal, kekuatan sepak bola regional sedang membahas kemungkinan untuk mengajukan mosi tidak percaya sebelum pemungutan suara digelar.
UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) telah menyuarakan kekhawatiran mereka atas arah kebijakan FIFA dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, dukungan dari Afrika melalui CAF dan tokoh seperti Eto'o memberikan angin segar bagi Infantino di tengah badai yang menerpanya.