Kementerian PU Siaga 24 Jam Pantau Jalan dan Jembatan di NTT Usai Gempa Susulan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:23:00 WIB

ONLINEKINI.ID — Pemantauan dilakukan melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga di titik-titik yang terdampak getaran. Langkah ini diambil untuk menjaga konektivitas antarwilayah serta memastikan akses masyarakat tidak terputus, terutama untuk mobilitas bantuan dan kebutuhan pokok.

Kerusakan di Ruas Ende dan Manggarai Timur

Ditjen Bina Marga mencatat sejumlah titik kritis yang sudah ditangani hingga Sabtu lalu. Di Kabupaten Ende, retakan jalan terjadi di ruas junction-Wolowaru kilometer (km) 51+700 dan ruas Danga-Nila-Marapokot di STA 5+050. Selain itu, plat deukeur ruas Danga-Nila-Marapokot di STA 7+225 serta debris longsoran ruas Aegela-Batas Kota Ende di STA 4+300 juga menjadi prioritas perbaikan.

Sementara di Kabupaten Manggarai Timur, perhatian difokuskan pada akses menuju Jembatan Wae Dampek di ruas jalan provinsi Reo-Dampek-Pota. Penanganan dilakukan di dua lokasi: jalan pendekat sepanjang 100 meter dan oprit jembatan sepanjang 45 meter. Lapisan aspal yang rusak telah dibongkar, lalu dilakukan penimbunan memakai material urpil serta pemasangan cerucuk sebagai perkuatan badan jalan.

Pengerjaan Lanjutan dan Target Konektivitas

Pekerjaan penimbunan di kedua titik jembatan tersebut telah rampung pada Sabtu. Tim kemudian melanjutkan pemasangan cerucuk di area oprit jembatan pada Minggu, 23 Agustus. Perkuatan ini penting untuk mencegah penurunan tanah yang bisa memperparah kerusakan saat gempa susulan terjadi.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan perbaikan infrastruktur menjadi prioritas utama di tengah bencana. Menurutnya, jalan dan jembatan adalah jalur hidup bagi warga yang terdampak.

"Dalam kondisi bencana, yang paling penting adalah memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga. Jalan dan jembatan harus segera ditangani agar masyarakat tidak terisolasi dan mobilitas bantuan serta kebutuhan dasar dapat terus berjalan," ucap Dody dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8).

Ancaman Longsor Susulan Masih Terbuka

Potensi longsor masih menjadi ancaman utama di sejumlah ruas jalan yang berada di lereng curam. Tim di lapangan terus melakukan inspeksi berkala, terutama setelah hujan deras yang bisa memicu pergerakan tanah. Kementerian PU berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan setiap laporan kerusakan cepat ditindaklanjuti.

Hingga berita ini diturunkan, pemantauan kondisi jalan dan jembatan di wilayah terdampak gempa NTT terus berjalan. Kementerian PU memastikan seluruh sumber daya dikerahkan untuk memulihkan akses masyarakat secepat mungkin.

Terkini