ONLINEKINI.ID — Kepala Dusun Pulo Tigo Desa Seponjen, Suyanto, mengatakan titik api pertama kali terlihat di lahan kosong RT 06 pada petang hari. Setelah itu, ia langsung menggerakkan warga dan MPA untuk turun ke lokasi melakukan pemadaman secara gotong royong.
"Begitu titik api membesar, kami langsung turun (proses pemadaman), syukurlah kurang dua jam api padam, tinggal pendinginan," ujar Suyanto di lokasi kejadian, Selasa (25/8) malam.
Dukungan Personel dan Kanal Air Percepat Pemadaman
Proses pemadaman melibatkan personel TNI, Polri, dan Manggala Agni. Suyanto menuturkan, keberadaan kanal air di sekitar lokasi kebakaran menjadi faktor krusial yang mempermudah mesin pemadam menyuplai air ke titik api.
Ketersediaan air yang memadai membuat kobaran api tidak sempat meluas ke perkebunan warga yang berada tidak jauh dari lokasi. Hingga saat ini, kata Suyanto, proses pendinginan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang bisa memicu kebakaran susulan.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Pemicu munculnya api di lahan kosong tersebut belum diketahui. Suyanto hanya menyebutkan bahwa lahannya terbengkalai dan tidak ada aktivitas warga di sekitar lokasi sebelum api terlihat membesar.
"Kami melihat ada titik api, kemudian kami imbau kawan-kawan untuk gotong royong, sekarang proses pendinginan," kata dia.
Pemerintah Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca
Respons cepat di tingkat desa ini terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan nasional terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, sebelumnya menyerukan agar masyarakat dan pihak tertentu tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja.
Pemerintah pusat juga tengah menyusun langkah penanganan berupa skenario operasi modifikasi cuaca yang dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 30 Agustus mendatang. Langkah ini diambil untuk mendukung upaya pemadaman di lapangan, termasuk di wilayah-wilayah rawan karhutla seperti Jambi.
Kejadian di Muaro Jambi ini menjadi contoh bagaimana kesiapsiagaan warga dan koordinasi cepat dengan aparat mampu mencegah meluasnya kebakaran. Meski penyebab kebakaran belum terungkap, respons cepat yang dilakukan MPA dan petugas gabungan berhasil menghindarkan kerugian yang lebih besar pada lahan produktif warga.