Tinjau Korban Gempa NTT, Menteri PPPA Salurkan Bantuan Spesifik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:08:32 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyalurkan paket bantuan kebutuhan khusus bagi kelompok perempuan serta anak-anak yang menjadi korban terdampak musibah gempa bumi di wilayah Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

"Kami atas nama Kementerian PPPA dengan seluruh mitra turut berempati atas kondisi saat ini dan inilah yang sementara ini bisa kami lakukan. Mohon maaf karena baru dapat hadir langsung di NTT. Namun, kami memastikan dukungan akan terus diberikan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi.

Pernyataan tersebut diungkapkan olehnya bertempat di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai, NTT, pada hari Rabu.

Ia menuturkan bahwa sebelumnya pihak kementerian telah menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTT serta tujuh kabupaten guna memetakan kondisi riil berikut kebutuhan mendesak masyarakat di lokasi bencana.

Temuan data dari proses pendataan tersebut kemudian dijadikan landasan utama dalam menggandeng sejumlah organisasi mitra KemenPPPA agar turut serta menyumbangkan bantuan, khususnya yang diperuntukkan bagi perempuan dan anak.

Akumulasi total bantuan yang berhasil dihimpun mencapai kisaran 30 ton, kendati untuk saat ini baru sebagian kecil yang sanggup diangkut menuju NTT akibat terkendala keterbatasan sarana transportasi.

Seluruh bantuan logistik tersebut diprioritaskan untuk menyasar pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak, meliputi pakaian tidur, pembalut wanita, popok bayi, susu formula, makanan pendamping, biskuit, serta bubur bayi.

"Yang sudah terkumpul sekitar 30 ton tetapi karena keterbatasan transportasi, yang kami bawa baru sebagian. Jadi nanti mohon ini dikoordinasikan akan dialokasikan kemana saja yang membutuhkan agar kami lebih fokus kepada kebutuhan spesifik untuk perempuan dan anak," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Sementara itu, Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit menyampaikan bahwa lawatan serta kehadiran Menteri PPPA memberikan suntikan moral dan penguatan mental bagi segenap warga masyarakat NTT.

"Terima kasih banyak memberi penguatan kepada kami, terlepas dari apapun yang Bapak Ibu akan bawa kepada kami, tapi hari ini kehadiran saja lebih dari cukup untuk masyarakat kami," kata Herybertus.

Di sisi lain, Kepala Dinas PPPA Kabupaten Manggarai Timur Pranata Kristiani Agas memberikan laporan bahwa berdasarkan data per Senin (24/8) malam, jumlah total warga pengungsi di wilayah Kabupaten Manggarai Timur telah mencapai 31.657 jiwa yang tersebar di 3 titik posko induk BPBD serta 661 posko pengungsian mandiri.

Adapun korban jiwa meninggal dunia tercatat sebanyak 34 orang, di mana sebagian besar korban merupakan anak-anak dan perempuan.

Rincian populasi warga terdampak dari kelompok rentan mencakup 12.725 jiwa perempuan, 6.972 anak-anak, 19 penyandang disabilitas, serta 1.635 warga kategori lanjut usia.

"Kami komitmen untuk mulai masuk di kelompok-kelompok rentan dan tentunya sekali lagi keterbatasan yang ada di Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur kami membutuhkan dukungan Bapak Ibu sekalian. Untuk dignity set dan kids set ini yang masih menjadi perhatian kami," kata Kristiani.

Terkini