Hippindo Minta Peritel Modern Adaptif Perubahan Teknologi di 2026

Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:40:01 WIB
acara pembukaan Indonesia Retail Summit and Expo (IRSE) 2026 di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, Rabu (26/8/2026).

JAKARTA - Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menekankan pentingnya bagi para pelaku ritel modern untuk dapat beradaptasi secara cepat terhadap tren teknologi yang turut memengaruhi pola belanja konsumen saat ini.

"Pengertian ritel modern ini, Hippindo sangat concern bahwa saat ini kalau kami melihat teknologi sudah sangat maju, jadi cara-cara menjual harus berubah," kata Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah dalam pembukaan Indonesia Retail Summit and Expo (IRSE) 2026 di Jakarta, Rabu.

Lebih jauh, Budiharjo mengilustrasikan tren kendaraan listrik (EV) yang kini semakin diminati publik karena mampu menghadirkan nilai tambah serta kemudahan berkat sokongan teknologi mutakhir.

Oleh sebab itu, ia menilai sektor ritel offline juga wajib menyambut penetrasi teknologi demi mendongkrak daya tarik toko dan memicu peningkatan konsumsi masyarakat.

"Ritel offline harus melakukan perubahan, kalau tidak, nanti seperti mobil-mobil itu (konvensional) juga, kami akan ketinggalan," kata dia.

Di samping mengimbau pelaku industri ritel agar terus fleksibel terhadap perubahan, Budiharjo turut mengajak segenap pemangku kepentingan untuk memperkuat benteng stabilitas ekonomi di tengah situasi global yang penuh tantangan.

"Harapan kami bisa ada dukungan dari pemerintah agar ekonomi stabil, politik pasti stabil. Jadi, kami akan berjuang agar lapangan kerja tercipta, membuka banyak toko, mendistribusikan barang, memastikan harga-harga stabil, stok semua ada. Untuk itu, kami butuh kerja sama dengan semua stakeholder," ujar dia.

Adapun gelaran IRSE 2026 resmi berlangsung hingga Kamis (27/8/2026) dengan mengangkat tajuk utama "Rethinking Retail: The Future is Customer-Led".

Ketua IRSE 2026 sekaligus Sekretaris Jenderal Hippindo Haryanto Pratantara menjelaskan bahwa tema tersebut diusung untuk mengingatkan para pelaku usaha bahwa segala bentuk inovasi bisnis wajib bermula dari pemenuhan kebutuhan pelanggan.

Haryanto menambahkan bahwa IRSE 2026 bertindak sebagai sarana strategis tahunan yang menjembatani pemerintah, peritel, pengelola pusat perbelanjaan, pemilik merek, UMKM, investor, kalangan akademisi, hingga penyedia teknologi.

"IRSE tidak hanya menjadi ajang konferensi dan pameran, tetapi juga ruang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem perdagangan Indonesia melalui pertukaran pengetahuan (knowledge sharing), diskusi kebijakan, adopsi inovasi, penguatan jejaring bisnis (networking), serta penyusunan roadmap pengembangan industri ritel nasional," katanya.

Terkini