Bidik Program MBG, Produsen Kibif (BEEF) Perluas Bisnis Sapi dan Susu

Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:37:02 WIB
Logo PT Estika Tata Tiara Tbk. (BEEF) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Estika Tata Tiara Tbk. (BEEF) selaku produsen produk makanan olahan dengan merek dagang Kibif, kini mulai merintis langkah ekspansi bisnis baru ke sektor peternakan sapi serta pengolahan susu. Langkah strategis ini diambil guna menangkap peluang emas lonjakan permintaan protein hewani yang terdorong oleh penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur Utama BEEF Ari Wijayanto memaparkan bahwa pihak perseroan pada saat ini memprioritaskan alokasi lini usahanya ke dalam beberapa sektor utama, yang mencakup kegiatan perdagangan (trading), usaha penggemukan sapi (cattle fattening), pengelolaan fasilitas rantai dingin (cold storage), hingga proses pengolahan makanan (food processing).

 Di samping itu, perseroan juga tengah melakukan pengkajian mendalam terkait pengembangan bisnis sapi perah (dairy cow) yang berlokasi di daerah Purwokerto, Jawa Tengah.

“Untuk saat ini perseroan masih mempunyai skala prioritas yaitu di usaha trading, penggemukan sapi, cold storage, food processing dan mempelajari usaha dari dairy cow yang berada di Purwokerto,” kata Ari dalam keterbukaan informasi, Rabu (26/8/2026).

Guna menunjang kelancaran operasional harian sekaligus mengakselerasi program pengembangan bisnis, pihak BEEF telah menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2026. Besaran alokasi dana capex tersebut bakal disesuaikan secara proporsional dengan kebutuhan operasional, ekspansi usaha, serta kondisi neraca keuangan perseroan.

Penggunaan dana capex tersebut difokuskan utamanya untuk menggenjot kapasitas serta efisiensi operasional, melakukan pemeliharaan sekaligus pengembangan fasilitas produksi, sektor peternakan, fasilitas cold storage, serta aneka kebutuhan penunjang lainnya yang berlandaskan pada skala prioritas.

Pada lini bisnis penggemukan sapi potong, BEEF saat ini mencatatkan kepemilikan populasi sebanyak kurang lebih 3.000 ekor sapi yang masih berada di dalam fase proses penggemukan. Sepanjang tahun berjalan ini, perseroan telah mengantongi alokasi kuota impor sebanyak 9.000 ekor sapi.

Ari mengungkapkan bahwa pihak perseroan kini sedang berupaya secara aktif untuk memperoleh tambahan kuota impor dari pemerintah supaya aktivitas pengadaan impor sapi penggemukan dapat direalisasikan secara lebih optimal.

“Perseroan sedang berupaya kepada pemerintah untuk dapat penambahan kuota sehingga impor sapi penggemukan dapat lebih maksimal,” ujarnya.

Di tengah jalannya rangkaian ekspansi bisnis tersebut, pihak manajemen BEEF memandang bahwa program MBG merepresentasikan peluang pasar yang sangat potensial guna mendongkrak tingkat permintaan produk pangan dan protein hewani, yang mencakup komoditas daging sapi beserta berbagai varian produk olahannya.

“Dampak MBG terhadap perseroan sangat berpengaruh besar. Potensi dampak positif bagi perseroan antara lain berasal dari meningkatnya permintaan terhadap produk pangan dan protein hewani, termasuk daging sapi dan produk olahan yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” kata Ari.

Menurut pandangannya, lonjakan permintaan yang bersumber dari program nasional tersebut diyakini mampu membuka peluang lebar bagi perseroan guna mengoptimalkan tingkat utilisasi kapasitas produksi, memperluas jangkauan sebaran jaringan distribusi, sekaligus memperbesar basis jumlah pelanggan.

Selain fokus menggarap lini bisnis sapi potong, BEEF juga tengah serius mempelajari potensi peluang pengembangan bisnis peternakan sapi perah (dairy farm). Untuk produk komoditas susu yang saat ini telah berhasil dikelola oleh perseroan, jalur pemasarannya masih dijalankan melalui jaringan koperasi setempat yang berada di sekitar area kawasan peternakan.

Adapun total kapasitas produksi susu segar yang mampu dikelola oleh perseroan saat ini mencapai kisaran angka 21 ton liter per hari. Hingga kini, pihak perseroan masih terus menggodok kajian komprehensif terkait rencana pengembangan bisnis dairy farm, termasuk di dalamnya merumuskan strategi skema pemasaran serta proyeksi kapasitas produksi apabila rencana ekspansi tersebut resmi direalisasikan.

Terkini