Mentan Kirim Ratusan Pompa Atasi Karhutla dan Irigasi di Kalimantan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:09:02 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjawab pertanyaan awak media ditemui di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Kamis (27/8/2026)

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyalurkan 200 unit pompa air ke empat provinsi di wilayah Kalimantan guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus memenuhi pasokan irigasi petani.

Amran mengemukakan bahwa instruksi pengiriman pompa tersebut direspon cepat setelah mendapatkan petunjuk langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar bantuan segera meluncur untuk memperkuat aksi lapangan.

"Yang terpenting adalah Bapak Presiden menelepon kami untuk mengirim pompa. Maghrib kami ditelepon Beliau, besoknya pompanya sudah dikirim," kata Mentan ditemui di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Kamis.

Amran memaparkan bahwa sebanyak 200 unit bantuan pompa disebar rata dengan proporsi masing-masing 50 unit untuk Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, serta Kalimantan Barat demi mendukung operasi pemadaman.

"Sebanyak 50 unit (pompa dikirim) ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur 50 unit, Kalimantan Selatan 50 unit, Kalimantan Barat 50 unit, itu langsung kami kirim," ujar Amran.

Di samping mempermudah pemadaman titik api, jajaran pompa tersebut dirancang memberi faedah berkelanjutan karena dapat difungsikan oleh para petani dan pekebun untuk pengairan lahan saat situasi telah kembali kondusif.

Respons cepat alokasi bantuan ini menjadi komitmen Kementerian Pertanian untuk memelihara produktivitas lahan sekaligus memperkokoh fondasi ketahanan pangan nasional di tengah bayang-bayang kekeringan serta ancaman karhutla.

"Iya, (pompa yang dikirim untuk) pemadaman. Dan juga bisa difungsikan itu nanti (untuk pertanian) setelah pemadaman. Itu bisa difungsikan juga pekebun dan pertanian untuk irigasi," ucap Amran.

Amran turut menyampaikan hingga kini pihak Kementerian Pertanian belum mendapati adanya laporan area persawahan maupun perkebunan warga yang hangus terbakar di wilayah sasaran.

Kendati demikian, Amran menggarisbawahi bahwa pihaknya bakal terus menggelar pemantauan lapangan secara berkala dan ketat.

"Sampai sekarang belum ada laporan. Tapi nanti kami cek," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menandaskan bahwa pemerintah bertindak cepat melalui langkah sinergis dalam menangani dampak bencana alam maupun cuaca ekstrem, termasuk mengatasi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Kami bersyukur, saya sudah keliling ke beberapa tempat, saya cek sendiri, syukur alhamdulillah semua unsur, pemerintah daerah, kementerian-kementerian lembaga, TNI Polri, BNPB, lingkungan hidup, kementerian-kementerian kehutanan, semua bekerja secara efektif,” kata Presiden dikutip di Jakarta, Selasa (25/8).

Saat menyampaikan pidato pada Peluncuran Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di PLTS Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Presiden menegaskan penanganan karhutla digalang secara terpadu lintas sektoral dengan mobilisasi sarana skala besar.

“Karena kami telah kerahkan kekuatan yang sangat besar, kami telah menunjukkan negara kami kuat, kami sekarang mengerahkan puluhan helikopter, belasan pesawat, berbagai teknik, ratusan bor air, ratusan pompa air, ribuan personel,” tuturnya.

Terkini