Kinerja CBUT Cemerlang Pendapatan Melonjak 39 Persen di Semester I 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:26:31 WIB
Ilustrasi Perkebunan Sawit.

JAKARTA - PT Citra Borneo Utama Tbk. (CBUT) mencatatkan kinerja keuangan yang positif dengan meraup pendapatan Rp9,27 triliun pada semester I 2026.

Capaian tersebut tumbuh 39,18 persen dibandingkan dengan Rp6,66 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, seiring dengan peningkatan penjualan CPO.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pertumbuhan pendapatan terutama disumbang dari penjualan minyak kelapa sawit (CPO) yang mencapai Rp5,32 triliun pada semester I 2026.

Angka tersebut melonjak signifikan jika dibandingkan dengan raihan sebesar Rp430,84 miliar pada semester I 2025.

Selain itu, penjualan minyak goreng kemasan juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp291,15 miliar dari sebelumnya Rp48,81 miliar.

Penjualan minyak inti sawit turut meningkat menjadi Rp473,56 miliar dari Rp259,73 miliar pada semester I 2025.

CBUT juga mencatatkan penjualan refined, bleached and deodorized palm oil (RBDPO) sebesar Rp244,68 miliar pada semester I 2026, di mana pada periode sama tahun lalu belum tercatat adanya penjualan produk tersebut.

Di sisi lain, kontribusi penjualan palm olein menurun menjadi Rp2,29 triliun dari Rp4,79 triliun, serta penjualan palm stearin menyusut menjadi Rp490,41 miliar dari Rp1,01 triliun.

Berdasarkan jenis pelanggan, pendapatan dari pihak ketiga menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp9,21 triliun, melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rp4,15 triliun pada semester I 2025.

Sementara itu, pendapatan dari pihak berelasi tercatat mengalami penurunan menjadi Rp61,48 miliar dari sebelumnya Rp2,51 triliun pada tahun lalu.

Seiring dengan kenaikan pendapatan, laba bruto perseroan meningkat menjadi Rp2,03 triliun dari Rp882,01 miliar pada semester I 2025.

Margin laba bruto CBUT juga terkerek naik dari sekitar 13,2 persen menjadi 21,9 persen pada pertengahan tahun 2026.

Beban penjualan tercatat sebesar Rp1,57 triliun, meningkat dibandingkan Rp651,65 miliar pada semester I 2025, sedangkan beban umum dan administrasi turun menjadi Rp46,91 miliar.

Setelah memperhitungkan seluruh beban operasional dan beban lainnya, laba usaha CBUT mencapai Rp323,41 miliar, atau melejit 136,49 persen dari Rp136,76 miliar.

Laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar Rp219,17 miliar, meningkat signifikan dibandingkan posisi Rp51,77 miliar pada semester I 2025.

Setelah dikurangi beban pajak penghasilan, CBUT membukukan laba periode berjalan sebesar Rp169,66 miliar, atau melonjak sekitar 302 persen dari Rp42,21 miliar pada periode sama tahun lalu.

Laba per saham dasar perseroan juga ikut terangkat menjadi Rp54,3 dari sebelumnya Rp13,5 per saham.

Dari sisi neraca keuangan, total aset CBUT per 30 Juni 2026 mencapai Rp5,91 triliun, naik dari Rp4,12 triliun pada 31 Desember 2025.

Total ekuitas meningkat menjadi Rp1,31 triliun dari Rp1,11 triliun, sementara total liabilitas tercatat sebesar Rp4,60 triliun yang terdiri atas liabilitas jangka pendek Rp3,96 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp634,76 miliar.

Terkini