Ketahui 4 Jenis Cleanser Sesuai Kebutuhan Kulit Menurut Dokter

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:44:32 WIB
Ilustrasi Sedang Memakai Cleanser Wajah.

JAKARTA — Membersihkan wajah menjadi salah satu langkah dasar dalam rutinitas perawatan kulit harian. Kendati demikian, memilih pembersih wajah tidak cukup hanya bersandar pada popularitas merek atau klaim produk semata. Tekstur cleanser juga patut diperhatikan lantaran setiap jenis menyimpan karakteristik dan manfaat berbeda.

Para ahli dermatologi mengungkapkan bahwa kondisi kulit, termasuk tingkat produksi sebum serta kekuatan skin barrier, hendaknya menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan jenis pembersih. Pemilihan produk yang kurang tepat bahkan berisiko membuat kulit terasa makin kering, sensitif, hingga memicu kerusakan lapisan pelindung kulit.

Gel cleanser umumnya hadir dengan tekstur ringan berbasis air yang memadukan surfaktan lembut untuk mengangkat minyak dan kotoran. Saat dibasahi, teksturnya akan menghasilkan busa yang memberikan sensasi segar, sehingga sangat cocok bagi pemilik tipe kulit berminyak dan mudah berjerawat.

Dermatolog Danny Guo menjelaskan bahwa gel cleanser amat mudah dibilas serta tidak meninggalkan residu pelembap. Meski demikian, dermatolog Julie Russak mengingatkan agar menghindari produk berkarakter sulfat tinggi.

"Ketika hal ini terjadi, kulit akan mengimbanginya dengan memproduksi lebih banyak minyak. Mengejar sensasi kulit yang sangat kesat setelah mencuci wajah hampir selalu membuat keadaan menjadi lebih buruk," ujar Russak.

Jenis cream cleanser membawa tekstur lebih kaya menyerupai lotion dengan kandungan emolien yang kaya. Dermatolog Toral Vaidya menyebutkan bahwa pembersih tipe ini dirancang guna membersihkan kotoran tanpa mengikis kelembapan alami kulit.

"Pembersih ini membantu mendukung skin barrier sekaligus mengangkat kotoran dan makeup dengan lembut," kata Vaidya. Karakteristik melembapkan ini menjadikannya aman bagi pemilik kulit kering, sensitif, dehidrasi, hingga pengguna bahan aktif seperti retinoid.

Adapun milk cleanser memiliki konsistensi yang lebih ringan tanpa menghasilkan busa. Pembersih ini amat sesuai untuk tipe kulit kering, sensitif, kulit matang, maupun kulit yang tengah mengalami perubahan kondisi akibat pengaruh faktor hormonal.

"Penurunan estrogen mengurangi produksi sebum, mengganggu fungsi skin barrier, dan membuat kulit lebih cepat kehilangan kelembapan," jelas Russak.

Namun, pembersih jenis ini kurang optimal untuk mengangkat riasan tebal, sehingga Guo menyarankan pemanfaatannya sebagai pembersih kedua (second cleanser) dalam metode double cleansing.

Sementara itu, oil cleanser bekerja memanfaatkan sifat minyak untuk melarutkan sisa sunscreen, kotoran, dan riasan tebal. Russak menegaskan bahwa pembersih berbasis minyak yang bersifat non-comedogenic tetap aman dipakai oleh pemilik kulit berminyak.

"Gagasan lama bahwa kulit berminyak harus dibuat kering itu sudah tidak tepat. Oil cleanser non-comedogenic yang digunakan dengan benar tidak akan menyumbat pori atau memperparah jerawat," ujar Russak.

Pada akhirnya, tidak ada satu jenis pembersih yang universal untuk semua orang, sehingga pemilihannya wajib disesuaikan kembali dengan kebutuhan kulit masing-masing.

Terkini