JAKARTA — PT Bank SMBC Indonesia Tbk. memperkokoh pembiayaan perdagangan serta rantai pasok lewat kemitraan bersama Asian Development Bank (ADB), sekaligus membuka peluang ekspansi pembiayaan untuk para pelaku industri di pelbagai lini.
Kemitraan ini dijalankan lewat skema unfunded risk participation, yang mana ADB bertindak sebagai mitra partisipasi risiko strategis bagi portofolio pembiayaan perdagangan serta rantai pasok milik Bank SMBC Indonesia.
Langkah kolaborasi tersebut dirancang demi memperkuat sistem kontingensi kredit yang telah berjalan, seraya menjaga mutu portofolio kredit perseroan agar senantiasa berada pada level aman.
Wakil Direktur Utama Bank SMBC Indonesia Jun Saito menjelaskan bahwa penyaluran kredit perdagangan dan rantai pasok memegang peranan yang amat krusial untuk menghubungkan para pelaku usaha, menopang aktivitas komersial, serta memperkuat nilai rantai usaha.
“Pembiayaan perdagangan dan rantai pasok memainkan peran yang semakin penting dalam menghubungkan pelaku usaha, mendukung kegiatan komersial, dan memperkuat rantai nilai,” kata Saito dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).
Menurut penjelasannya, sinergi bersama ADB menjadi langkah nyata perseroan untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan sekaligus menghadirkan solusi yang mampu merespons kebutuhan bisnis nasabah yang terus berkembang.
Dalam pelaksanaan kerja sama tersebut, Bank SMBC Indonesia dipastikan tetap mengelola seluruh tahapan origination, pengelolaan administrasi, hingga pengawasan seluruh transaksi.
Saito menjamin pelaksanaan kemitraan ini berjalan selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, termasuk lewat uji tuntas nasabah, kepatuhan regulasi, serta pemantauan portofolio yang berkelanjutan.
Sistem tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian dalam praktik perbankan yang sesuai standar internasional.
Pembiayaan sektor perdagangan dan rantai pasok ini dijadikan solusi strategis Bank SMBC Indonesia guna menyokong pertumbuhan bisnis nasabah di setiap rantai nilai. Perseroan turut mengembangkan daya dukung sistem serta produk, mulai dari lini korporasi hingga segmen mikro.
Langkah penguatan kredit ini berbanding lurus dengan peningkatan kinerja bisnis korporasi serta komersial Bank SMBC Indonesia. Pada akhir Juni 2026, kredit konsolidasi di segmen korporasi dan komersial melonjak 12,8 persen secara tahunan hingga mencapai Rp116,5 triliun.
Kenaikan penyaluran kredit turut dirasakan oleh lini bisnis lainnya. Jenius mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 9,9 persen secara tahunan menjadi Rp3,69 triliun, sedangkan BTPN Syariah tumbuh 8,7 persen menjadi Rp11,03 triliun. Sementara itu, pembiayaan lewat anak perusahaan OTO & SOF terangkat 5,8 persen secara tahunan menjadi Rp31,89 triliun.
Saito menyampaikan bahwa kolaborasi dengan ADB kian mengukuhkan posisi Bank SMBC Indonesia dalam mendorong pergerakan perdagangan dan rantai pasok di tanah air.
“Kolaborasi ini semakin memperkuat peran Bank SMBC Indonesia sebagai mitra keuangan tepercaya dalam mendukung aktivitas perdagangan dan rantai pasok di Indonesia. Sinergi ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha, meningkatkan ketahanan ekosistem perdagangan, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.